Metropolis

Nakhoda Kapal Tenggelam di Batuampar Dituntut 5 Tahun Penjara

838bbad831db9d7868ea705c15672949
Ilustrasi sidang

batampos – Nurdin, Nahkoda Kapal Tirta Mulia GT 142 yang tenggelam di perairan Batuampar dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum. Selain pidana penjara, Nurdin juga diwajibkan membayar denda Rp 300 juta karena perbuatannya menyebabkan dua awak kapal meninggal dunia.

Dalam amar tuntutan dijelaskan bahwa terdakwa Nurdin mengetahui kondisi kapal sudah mulai tak laik untuk berlayar. Apalagi, sudah ada beberapa kebocoran di Kapal, namun Nurdin tetap abai.

Berawal dari kapal yang dinakhodai Nurdin bertolak dari Pulau Sambu menuju Pelabuhan di Batuampar, dengan memuat 7143 karung arang pada 7 September. Dua hari usai melakukan bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, kapal tersebut kembali memuat 14.000 sak semen.

Namun disela melakukan muatan, terjadi kebocoran yang semakin parah, seperti bagian depan dan belakang kapal. Namun pada saat itu masih bisa diatasi dengan mesin pompa.

Karena ada kapal masuk, Nurdin beberapa kali memindahkan posisi kapal, hingga akhirnya ia berinisiatif melakukan lego jangkar di luar area Pelabuhan Batuampar.

Tapi saat itu, kembali terjadi kebocoran, hingga Nurdin dan dua awak kapal yakni Sopyan dan Abdul Gani kembali merakit pompa. Secara tiba-tiba kebocoran semakin besar yang membuat air laut masuk kebagian dek dan menenggelamkan kapal kayu tersebut.

Hal itu menyebabkan ketiganya hanyut, namun Nurdin berhasil selamat. Sedangkan Sopyan dan Abdul Gani ditemukan tak bernyawa setelah sempat hilang beberapa hari. Begitu juga dengan muatan kapal yakni 14.000 sak semen ikut tenggelam.

“Bahwa perbuataan terdakwa telah menyebabkan Sopyan dan Andi Abdul Gani hanyut dan meninggal,” ujar jaksa Karyo So yang membacakan tuntutan.

Karena segala unsur atas perbutaan terdakwa telah terpenuhi, sesuai dengan pasal 302 Ayat (3) UU RI Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, maka terdakwa Nurdin harus dihukum. Apalagi hal yang memberatkan, perbuataan terdakwa menyebabkan dua orang meninggal. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan punya tanggungan keluarga.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nurdin dengan 5 tahun penjara. Kemudian mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 300 juta subsider 3 bulan,” tegas jaksa lagi.

Atas tuntutan itu, terdakwa Nurdin meminta waktu untuk mengajukan pembelaan. Sidang yang dipimpin hakim Yoedi Anugrah Pratama ini pun ditunda hingga minggu depan dengan agenda pledoi. (*)

Reporter : Yashinta