Pro Kepri

Warga Khawatir Terpeleset, Saat Air Laut Surut Pembatan Penghubung Pelabuhan Bulang Linggi-Dermaga Apung Terlihat Curam

batampos– Pemasangan dermaga apung dengan nilai proyek lebih dari Rp 2 miliar di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan menjadi pembincangan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, posisi jembatan penghubung antara pelabuhan dan dermaga apung ketika air laut surut yang terjadi, Senin (3/1) lalu terlihat sangat curam.

“Curam sekali, khawatirnya penumpang yang mau naik dan turun kapal malah terpeleset ” kata warga Tanjunguban, Monang. Monang berharap, ini menjadi perhatian pemerintah agar keselamatan penumpang kapal baik yang naik dan turun dermaga apung lebih diutamakan.

BACA JUGA: PT Pelabuhan Kepri Minta Kelola Pelabuhan Pelantar Dua, Pelabuhan di Sungai Riau, Tanjunguban dan di Penangi

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Junaidi mengatakan, saat itu memang terjadi kondisi pasang surut air laut terendah.

“Pasang surut terendah itu di Januari. Mulai besok itu sudah normal kembali,” kata Junaidi. Menurut Junaidi, dermaga apung yang sudah terpasang tidak membahayakan keselamatan penumpang karena sudah melalui kajian dan ujicoba.

Kondisi jembatan penghubung ke dermaga apung di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban saat air laut surut, Senin (3/1) terlihat curam. F.Kiriman Monang

“Sudah sesuai dengan teknis yang sudah ada kajiannya,” kata Junaidi. Junaidi mengatakan, kondisi ini bukan hanya terjadi di Tanjunguban, namun di pelabuhan Telagapunggur, Batam pun seperti ini.

“Semalam itu memang kondisi surut tertinggi terus pasang tertinggi, kan sampai ke jalan (air laut pasang),” kata Junaidi. Untuk keselamatan penumpang yang naik dan turun kapal di dermaga apung, Junaidi mengatakan, terdapat petugas yang selalu berjaga di pelabuhan.

Kemudian, lanjut Junaidi, ada pegangan yang terpasang di kanan dan kiri jembatan penghubung dermaga apung. “Kalau mau turun kan ada pegangan di situ, ada petugas kita juga di sana,” kata Junaidi.

Disinggung terkait dermaga apung yang lama memiliki atap sedangkan dermaga apung baru tidak memiliki atap?

Junaidi menjelaskan, fungsi dermaga apung bukan sebagai tempat menunggu, melainkan hanya sebagai lintasan. Selain itu, Junaidi menjelaskan, dari beberapa peristiwa dermaga apung yang lepas, semuanya memiliki atap.

Setelah dikaji, dermaga apung yang memiliki atap sangat berisiko diterjang angin. “Pergerakan angin mendatar lalu ke atas. Atap itu melengkung kayak sampan layar, begitu dihantam atap, hantam tiang dan akhirnya dermaga apung pun bisa lepas,” kata Junaidi.

Junaidi menjamin pemasangan dermaga apung yang ada di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban sudah melalui rangkaian kajian dan uji coba sehingga aman digunakan bagi masyarakat. “Aman, aman, aman, saya jamin aman 100 persen,” tukas Junaidi. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO