Metropolis

Akan Ada Tersangka Kasus SPND Batam

WhatsApp Image 2021 11 19 at 11.23.45 1 e1638545426434
Orangtua korban dugaan kekerasan di SMK Dirgantara saat mendatangi Polda Kepri

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri masih terus memproses kasus dugaan kekerasan di Sekolah Penerbangan Nasional Dirgantara (SPND) Batam.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt mengatakan bahwa kasus ini sudah masuk tahapan sidik. “Masih proses (sidik, red),” kata Harry.

Ia mengatakan, proses penyidikan ini sesuai prosedur yang berlaku. Beberapa saksi sudah diminta keterangan, barang bukti kasus ini juga sudah dikumpulkan.

Saat ditanya, apakah akan ada tersangka dalam kasus ini. Harry meminta untuk bersabar dan menunggu proses hukum yang berlaku.

“Jika sudah proses sidik, akan ada (tersangkanya),” ucapnya.

Saat ini penyidik, kata Harry masih terus bekerja melengkapi bukti, keterangan untuk menyelesaikan kasus ini.

Baca Juga: Wahyu: Tim Investegasi Kasus Kekerasan di SPND Batam Harus Profesional dan Transparan

Kasus dugaan kekerasan ini, diduga terjadi tahun 2020 lalu. Namun, baru diungkapkan saat orangtua siswa melaporkan kasus ini ke kepolisian 19 November 2021.

Polisi langsung bergerak setelah mendapatkan beberapa bukti permulaan awal, salah satunya video siswa yang dikurung dalam kamar berbentuk di sekolah tersebut. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan saksi-saksi yang mengetahui kejadian. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap pengelola sekolah.

Kasus ini naik ke tahapan sidik, sejak Desember 2021. Hingga kini, polisi masih belum menetapkan tersangka atas kasus ini.

Kasus dugaan kekerasan ini cukup menarik perhatian. Karena, perwakilan KPAI pusat dan Dirjen Kemendikubristek menyambangi langsung sekolah ini.

Dari hasil sidak tersebut, KPAI menyarankan agar dibuatkan laporan kepolisian. Untuk mengusut apakah benar ada tindak kekerasan di sekolah itu.

LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) juga datang ke Batam, untuk menanyakan kasus ini. Wakil Ketua LPSK RI Edwin Partogi Pasaribu menyatakan kesiapan memberikan perlindungan terhadap para saksi dan korban kasus ini. (*)

Reporter : FISKA JUANDA