Metropolis

Penuhi Syarat, Batam Bersiap Laksanakan Vaksin Booster

VaksinasiCovid 19 F Cecep Mulyana 1
Penyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga yang diadakan Polda Kepri di Kepri Mall, Senin (11/10). Upaya memvaksin warga di hinterland dilakukan dengan menjemput bola. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kota Batam akan memulai program vaksinasi booster atau suntikan dosis ketiga vaksin Covid-19 dalam waktu dekat. Batam sudah memenuhi syarat untuk menggelar program booster sesuai dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan daerah yang dapat melaksanakan vaksin booster atau vaksin ketiga dengan realisasi vaksin Covid-19 dosis pertama diatas 70 persen dan dosis kedua diatas 60 persen.

“Rata-rata Kepri sudah bisa melanjutkan program booster ketiga ini. Termasuk Batam yang notabene merupakan kota dengan capaian terbesar di Kepri,” kata Didi, Selasa (11/1).

Dalam program vaksin booster, dibutuhkan setidaknya 230 juta dosis vaksin. Sampai saat ini, pemerintah Indonesia telah berhasil mengamankan pasokan vaksin sebanyak 113 juta dosis vaksin.

Untuk jenis vaksin yang diberikan pada vaksin ketiga, Didi menyampaikan dapat diberikan berdasarkan jenis vaksin yang diterima pada dosis pertama dan kedua, atau bisa jenis berbeda. Namun ada 5 jenis vaksin yang direkomendasikan, yaitu Sinovac, Moderna, AstraZeneca, Pfizer dan Zifivac.

“Hanya boleh diberikan sesuai vaksin yang direkomendasikan,” katanya.

Terkait jadwal pelaksanaan, Didi menyebutkan masih menunggu dari pusat. Hari ini direncanakan rapat untuk membahas pemberian vaksin booster, namun batal dan dilanjutkan besok.

“Besok kami rapat lagi bersama Provinsi. Mudah-mudahan ada jadwalnya nanti,” imbuhnya.

Sementara itu mengenai penerima vaksin booster, ia menjelaskan disesuaikan dengan ketersediaan jumlah vaksin yang ada. Pada tahap pertama, sasaran vaksin merupakan kalangan lanjust usia (lansia) karena tenaga kesehatan (nakes) sudah menerima terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

“Kalau persediaan vaksinnya mencukupi, kemungkinan gratis, kalau tidak cukup, ada kemungkinan berbayar,” ucapnya.

Serta urutan penerima vaksin juga sesuai dengan dosis pertama dan kedua, dimulai dari lansia yang menjadi prioritas, lalu masyarakat umum usia diatas 18 tahun.

“Jaraknya 6 bulan dari saat menerima vaksin dosis kedua,” kata dia. (*)

Reporter : YULITAVIA