Politika

Menko PMK Muhadjir Yakini Tuntutan Pada Herry Bisa Timbulkan Efek Jera

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, salah satu kementerian teknis yang ikut terlibat dalam revitalisasi pendidikan vokasi ialah Kementerian Kesehatan (Kemenkes). (F. Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi langkah tegas aparat penegak hukum yang menetapkan tuntutan hukuman mati dan kebiri kimia bagi Herry Wirawan, pelaku pemerkosa 13 santriwati di Bandung, Jawa Barat.

“Jadi intinya dari kami mengapresiasi langkah-langkah yang cepat konkret yang dilakukan aparat penegak hukum dan secara profesional. Dan saya kira penegak hukum telah menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat,” jelas dia usai Rapat Terbatas Tingkat Menteri di Kantornya, Jakarta, Rabu (12/1).

Ia berharap tuntutan yang diberikan kepada pelaku dapat memberikan efek jera terhadap calon pelaku kekerasan seksual. Apalagi tindakan seperti ini bisa terjadi di mana saja, bukan hanya di lembaga pendidikan.

“Dan yang lebih penting adalah bagaimana supaya vonisnya nanti betul-betul memberikan efek jera. Ini kejadian tidak bisa digebyah uyah (disamaratakan), artinya hanya terjadi di lembaga tertentu. Bisa di mana saja dan terkena kemana saja. Termasuk ke lembaga pendidikan,” terang dia.

Maka dari itu, perlu pengawasan yang ekstra ketat agar kejadian serupa, khususnya di dunia pendidikan tidak terjadi kembali. Hal ini pun juga menjadi perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Karena itu kita harus betul-betul waspada tinggi terhadap kekerasan seksual dan kekerasan non seksual terhadap anak ini. Ini merupakan perhatian serius dari presiden,” tambah dia.

“Bapak Presiden biasanya kalau tidak terlalu serius soal isu itu, beliau melimpahkan kepada pembantu beliau. Kalau bapak presiden sendiri yang memberikan penyataan berarti ini sudah di level yang sangat darurat,” tandas Menko PMK.  (*)

Reporter: JP Group