Pro Kepri

Ajudan Apri Minta BP Kawasan Tambah Kuota Rokok

JPU KPK membaca dakwaan terdakwa korupsi, Apri Sujadi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (30/12). f. Yusnadi Nazar

batampos- Sidang lanjutan kasus korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) wilayah Kabupaten Bintan 2016-2018, menghadirkan sejumlah saksi.

BACA JUGA: Kerugian Negara Capai Rp 425 Milar, Dugaan Korupsi Apri-Umar di Bintan

Salah seorang saksi yang dihadirkan yakni Anggota II BP Kawasan Bintan Risteuli Napitupulu, mengaku sempat dihubungi ajudan terdakwa Apri Sujadi yang meminta agar BP Kawasan Bintan segera memproses kuota milik distributor.

Menurut saksi, apabila tidak ada permintaan dari Bupati Bintan yang saat itu dijabat Apri Sujadi, maka kuota rokok yang diterbitkan oleh BP Bintan tidak bertambah. “Ada telepon dari Rizki (ajudan Apri Sujadi). Katanya minta diproses segera untuk penambahan kuota,” ungkap Risteuli.

Saat itu, ia juga telah mengingatkan bahwa BP Bintan telah mendapatkan teguran dari Bea Cukai Tanjungpinang. Namun pesannya kepada ajudan tidak digubris. “Pak Apri Sujadi tidak pernah meminta penambahan kuota secara langsung,” ujar Risteuli.

Sebelumnya diketahui, Bupati Bintan non aktif Apri Sujadi bersama Plt Kepala BP Bintan, M Saleh Umar yang terlibat kasus korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan KPBPB Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018, didakwa telah memperkaya diri, orang lain dan korporasi oleh JPU KPK. Perbuatan terdakwa Apri bersama M Saleh Umar menyebab kerugian negara sebesar Rp 425 miliar. (*)

Reporter : YUSNADI NAZAR