Metropolis

Diancam Hukuman Maksimal 20 Tahun, BAP Dugaan Korupsi Chaidir Dilimpah ke Pengadilan

WhatsApp Image 2022 01 03 at 16.31.42 e1641825146105
Mantan Kepala SMA Negeri 1 Batam Muhammad Chaidir (pakai rompi) digiring Jaksa usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Batam, Senin (3/1). F.Yashinta

batampos – Berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kepri, Muhammad Chaidir akhirnya dilimpah ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (14/1). Namun pelimpahan berkas, tidak beserta pemindahan tahanan mantan Kepala SMA Negeri 1 Batam itu.

BACA JUGA: Takut Terseret Kasus, Guru SMA 1 Batam Ramai-Ramai Kembalikan Uang ke Jaksa

Kasi Intel Kejari Batam, Wahyu Oktaviandi mengatakan setelah proses tahap 2, jaksa penuntut umum (JPU) langsung melengkapi proses administrasi. Hal itu dilakukan untuk proses pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

“Hari ini Kejari Batam resmi melimpahkan berkas tersangka MC atas dugaan tipikor pengelolaan dana bos dan komite ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang,” ujarnya kemarin.

Dikatakannya, dalam berkas perkara itu, JPU juga menyertakan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana BOS tahun anggaran 2017-2019, LPJ dana Komite Sekolah. Begitu juga bukti penyerahan uang tunai Rp 119.070.000 yang dikembalikan 50 guru penerima aliran dugaan korupsi tersebut.

“Ada beberapa barang bukti juga yang diserahkan. Karena sudah dilimpah, otomatis statua tahanan Chaidir menjadi tahanan Pengadilan Tipikor,” ujar Wahyu.

Meski berkas sudah dilimpah, namun penahanan Chaidir masih di Rutan Tembesi Batam. Alasannya, akan dibawa pada proses sidang pertama nanti.

“Kami menunggu penetapan jadwal sidang dari majelis hakim. Biasanya satu minggu setelah berkas dilimpahkan, sudah ada jadwal sidang,” terang Wahyu.

Menurut dia, dalam berkas yang dilimpahkan Chaidir dijerat dengan melanggar pasal 2 ayat 1 uu no 31 tahun 1999 ttg pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dan ditambah uu no 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 kuhp jo pasal 65 ayat 1 kuhp. Kemudian pasal 3 uu no 31 tahun 1999 ttg pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dan ditambah uu no 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 kuhp jo pasal 65 ayat 1 kuhp. Ancaman atas pasal 2 yakni dengan 20 tahun penjara.

Meski berkas sudah dilimpah, lanjut Wahyu, proses penyidikan masih tetap berjalan. Sehingga tak menutup kemungkinan dikemudian hari ada tersangka baru.

Berita sebelumnya, Mantan Kepala SMA Negeri 1 Batam Muhammad Chaidir ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Batam, Senin (3/1). Ia diduga melakukan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah), biaya operasional dan dana Komite (dana SPP siswa) tahun anggaran 2017 sampai 2019 senilai Rp 830 juta.

Modus yang dilakukan Chaidir diduga dengan cara me mark up dan membuat kwitainsi fiktif. Tak hanya itu, Chaidir juga memalsukan tanda tangan dan lainnya. Salah satu dana diduga digunakan tersangka untuk mengajak para guru dan keluarga berlibur ke Malaysia. (*)

Reporter : Yashinta