Sport

Hamilton Belum Move On dari Kekalahan

Lewis Hamilton (kiri) dan Max Verstappen saat berjalan di Parc Ferme Sirkuit Yas Marina setelah sesi kualifikasi GP Abu Dhabi tadi malam. (KAMRAN JEBREILI / POOL / AFP )

batampos – Lewis Hamilton masih sulit move on dari kekalahan menyakitkan di GP Abu Dhabi pada 12 Desember lalu.

Pembalap Mercedes itu sampai saat ini masih marah dengan keputusan Race Director Michael Masi yang disebutnya merampok kemenangannya.

Mercedes bahkan menyebutkan, ada peluang Hamilton bakal pensiun dini dan tak lagi melanjutkan karier di F1 karena sudah kehilangan kepercayaan terhadap FIA (Federasi Autosport Internasional).

Kepada BBC, Team Principal Mercedes Toto Wolff sempat menyatakan bahwa Hamilton kecewa dengan kinerja FIA.

Di GP Abu Dhabi itu, Hamilton kehilangan kesempatan menjadi juara dunia F1 untuk kali kedelapan. Sebab, saat itu Race Director F1 Michael Masi membuat keputusan kontroversial dengan menarik safety car di lap terakhir.

’’Namun, sampai saat ini, Mercedes masih menolak berbicara lebih lanjut terkait dengan masa depan Hamilton,’’ tulis BBC dalam laporan mereka kemarin.

Hamilton masih tutup mulut terkait dengan masalah itu. Setelah memberi selamat kepada Max Verstappen atas gelar juara dunia 2021 pada 12 Desember lalu, pembalap asal Inggris itu sama sekali tidak berbicara ke media.

Sampai sekarang, dia juga tidak mem-posting apa pun di dunia maya. Padahal, selama ini, dia terkenal sangat aktif di media sosial.

Sementara itu, dalam struktur kepengurusan terbaru FIA 2022 yang dirilis kemarin, nama Masi sudah hilang.

Dalam struktur sebelumnya, namanya berada pada posisi single-seater di bawah naungan sekretaris jenderal Motorsport. Nama rekannya di posisi itu, Nikolaz Tombazis, juga hilang.

Dalam struktur terbaru itu, posisi keduanya digantikan Peter Bayer yang merangkap sekretaris jenderal Motorsport. Hingga kini, FIA belum mengeluarkan statement resmi perihal masalah itu.

Namun, sumber BBC menyebutkan bahwa itu adalah bagian dari kesepakatan presiden FIA yang baru, yakni Mohammed Ben Sulayem, dengan Mercedes.

Sulayem yang baru dilantik 17 Desember lalu menggantikan Jean Todt disebut sudah berjanji kepada Mercedes untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap Masi.

Terutama terkait dengan keputusan Masi di GP Abu Dhabi. Sampai saat ini, hasil investigasi itu masih dinanti Mercedes. (*)

Reporter: JPGroup