Nasional

Khofifah-Gus Ipul Satu Gerbong Lagi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (tengah) didampingi Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar (kanan) dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (kiri) menyampaikan keterangan pers di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Yahya Cholil Staquf memperkenalkan jajaran pengurus PBNU masa bakti periode 2022-2027. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos – Dua tokoh Jawa Timur (Jatim) yang pernah menjadi rival saat pemilihan gubernur 2018, Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf, sama-sama masuk jajaran kepengurusan di PBNU. Khofifah yang kini menjabat gubernur Jatim ditunjuk menjadi ketua dewan tanfidziyah. Saifullah Yusuf yang kini menjabat wali kota Pasuruan ditunjuk menjadi sekretaris jenderal (Sekjen) PBNU.

Kiprah Gus Ipul –sapaan Saifullah Yusuf– di gerbong Yahya Cholil Staquf memang cukup besar. Saat muktamar lalu, Gus Ipul berada di barisan pendukung Gus Yahya. Nama Gus Ipul tidak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Terutama di Jatim. Politikus asal Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, itu pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Mulai anggota DPR, menteri, wakil gubernur, hingga wali kota Pasuruan.

Ini daftar Susunan PBNU 2022-2027

Wakil Ketua Umum PBNU Nusron Wahid memastikan, tidak ada aturan internal yang melarang seorang wali kota menjadi Sekjen. ”Hanya memang harus konsen waktu dan fokus dalam menuntaskan tugas-tugas organisasi,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Sebelumnya, Gus Ipul juga menjabat ketua PBNU. Ketika menjadi wakil gubernur Jatim, Gus Ipul juga merangkap sebagai ketua umum GP Ansor. ”Saya yakin antara Gus Yahya selaku Ketum dengan Gus Ipul sudah ada pembicaraan tersendiri soal ini,” ujarnya.

Gus Ipul belum bersedia memberikan keterangan terkait dengan jabatannya di PBNU. Pesan singkat yang dikirim Jawa Pos Radar Bromo hanya dibaca dan tidak dibalas.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa menanggapi penunjukan dirinya sebagai ketua dewan tanfidziyah PBNU. Dia sudah mendapat konfirmasi dari Gus Yahya. Menurut kabar, masuknya perempuan pada jajaran ketua merupakan usulan dari KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Gus Mus menjabat mustasyar PBNU. ”Saya lalu meminta dikonsultasikan dulu dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar,” katanya.

Dia menilai langkah Gus Yahya memasukkan perempuan pada kepengurusan PBNU akan membuat suasana baru. Selama ini pengurus PBNU didominasi laki-laki. Ke depan, hadirnya perempuan membuat dinamika kepengurusan PBNU lebih semarak. ”Saya juga meminta ada unsur perempuan pada posisi kesekjenan maupun kebendaharaan,” ungkapnya. (*)

Reporter: JP Group