Internasional

Omicron Mengganas, Lonjakan 400 Ribu Kasus Terjadi Dalam 2 Hari di Australia

PETUGAS medis melakukan tes di pusat pengujian Covid-19 drive-thru Pantai Bondi setelah wabah di Sydney, Australia, 22 Desember 2020 lalu. Jumlah kasus covid-19 varian Omicron kembali meningkat di Benua Kanguru ini dalam mengawali 2022. ( F Loren Elliott/Reuters)

batampos – Australia mengalami lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Dalam dua hari terjadi peningkatan hingga 400 ribu kasus yang mengakibatkan rumah sakit kewalahan mengatasi pasien rawat inap yang jumlahnya terus bertambah. Omicron mengganas di Benua Kanguru itu.

BACA JUGA:
Laporkan Satu Kasus Kematian Akibat Omicron, Australia Persempit Booster dari 6 Jadi 4 Bulan

Berhasil meminimalisir penularan virus di awal pandemi, tapi mengawali 2022, Australia melaporkan terdapat satu juta kasus selama dua minggu terakhir ini.

Bukan karena abai, tapi memang Australia kini, selain membuat pembatasan yang mulai ringan, juga membuat warganya perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan virus yang menjadi momok sejak akhir 2019 ini.

Akibat kebijakan itu, Australia mencatat 1,4 juta kasus total infeksi hanya dalam rentang dua minggu. Demikian dilansir dari Channel News Asia, Kamis (13/1/2022).

Lebih dari 147 ribu kasus baru per Rabu (12/1/2022) dicatat dengan sekitar 92 ribu kasus tertinggi di kawasan berpenduduk terpadat New South Wales. Jumlah ini sudah termasuk pendataan dari hasil positif pada tes mandiri di rumah masing-masing warga sejak awal Januari 2022.

Lonjakan pasien di rumah sakit dan pasien yang dirawat di perawatan intensif berada pada tingkat tertinggi selama pandemi berlangsung.

Meski begitu, pihak berwenang mengatakan, sistem kesehatan negara masih dapat mengatasi peningkatan kasus COVID-19 ini.

Dari lonjakan kasus ini, sebanyak 53 angka kematian, dengan 22 kematian di New South Wales. Jumlah kematian akibat varian Omicron ini masih lebih rendah dibanding kematian akibat varian Delta akhir tahun 2021 lalu.

Namun, di tengah lonjakan kasus ini, Australia saat ini sudah berhasil 92 persen warganya di atas usia 16 tahun yang sudah menerima vaksin dosis ganda. Demikian juga jumlah penerima vaksin booster yang perlahan mulai meningkat. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak