Metropolis

Ribuan Angkutan di Batam Tidak Layak Jalan

Ilustrasi angkutan batam
Ilustrasi. Angkutan umum di Kota Batam yang tidak layak jalan. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Ribuan angkutan umum di Kota Batam sudah habis usia operasi atau tidak layak jalan.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Batam, Syaprol, mengatakan, penentuan angkutan tidak layak jalan tersebut ditentukan berdasakan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 15/2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum di Kota Batam.

“Angkutan di Kota Batam itu ada batas usia operasinya. Yang tidak layak itu 2006 ke bawah untuk angkutan trayek cabang,” ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Ia menjelaskan angkutan di Batam dibagi dalam dua kategori. Pertama angkutan dalam trayek dan angkutan tidak dalam trayek.

“Angkutan tidak dalam trayek itu taksi. Kalau yang dalam trayek seperti Bimbar dan Carry,” katanya.

Kata dia per Januari 2022 terdata 1.745 unit angkutan di Batam. Dari jumlah tersebut diketahui 1.558 unit yang sudah habis usia operasinya. Sementara yang layak usia operasi hanya 187 unit.

“Itu untuk angkutan trayek cabang. Tapi fakta di lapangan tidak sebanyak itu (angkutan habis usia operasi),” kata dia.

Angkutan trayek cabang lanjutnya batas usia operasi kendaraan maksimal 15 tahun. Sementara untuk angkutan trayek utama batas usia kendaraannya maksimal 18 tahun ke atas.

Ia menjelaskan angkutan trayek utama saat ini terdata sebanyak 617 kendaraan. Dari jumlah itu hanya 219 saja yang layak usia operasi. Sisanya 398 unit sudah habis usia operasi atau tidak layak jalan.

“Untuk angkutan trayek utama ini kriterianya dari tahun 2003 ke bawah. Itu sudah habis usia operasinya,” paparnya.

Kata dia, untuk kendaraan yang habis usia operasinya memang sudah tidak layak KIR. Sehingga pihaknya memberikan beberapa opsi kepada badan usaha atau perorangan yang memiliki kendaraan tersebut.

“Kalau angkutan inikan plat kuning, jadi kalau sudah tidka habis usia operasinya kita minta untuk dihitamkan platnya,” jelasnya.

Ia menegaskan meski terdata ada ribuan, namun fakta di lapangan angkutan yang habis usia operasi dijalanan hanya ratusan saja.

“Kita sudah koordinasi dan komunikasi juga dengan Organda dan disampaikan jika sudah banyak kendaraan tersebut discrab atau dijadikan plat hitam. Mungkin sekarang itu cuma ada 500 sampai 600 angkutan saja,” tuturnya.

Kata dia, jika Badan Usaha atau perorangan ingin kendaraannya tetap bisa dioperasikan sebagai angkutan, wajib melakukan peremajaan.

“Mereka harus perbarui kendaraannya. Kalau tidak harus jadi plat hitam,” tuturnya.

Reporter: Messa Haris