Pro Kepri

Bobby Jayanto Urus Kuota Rokok untuk 2 Perusahaan, Beri Rp50 Juta untuk BP Bintan

batampos– Lika liku pengurusan izin kuota rokok di BP Bintan semakin menarik. Nama Bobby Jayanto, saat ini anggota DPRD Kepri pun disebut saksi yakni Anggota II BP Kawasan Bintan Yurioskandar dalam sidang, Kamis (13/1). Yorioskandar bahkan menyebut nama Bobby Jayanto mengurus kuota rokok untuk dua perusahan yakni PT Golden Bambu dan Sri Artamas Sindo pada 2016.

BACA JUGA:  Yurioskandar Bagi bagi Jatah Uang Pengurusan Kuota Rokok Bintan

Menurut saksi, dalampengurusan kuota itu, Bobby lalu memberi uang terima kasih Rp 50 juta. Oleh saksi, uang itu kemudfian diserahkan ke Kepala BP Kawasan Bintan, M Saleh Umar. “Dari dana itu saya diberi Rp 20 juta. Selain itu saya pernah dikasih M Saleh Umar uang Rp 40 juta. Saat itu saya tidak menanyakan uang itu dari siapa,” ungkap saksi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (13/1).

Bobby Jayanto

Pada 2017 dan 2018, saksi juga mengaku diperintah M Saleh Umar mengambil sejumlah uang dari importir PT.Golden Bambu bernama Vera. Namun ia tidak mengetahui jumlah uang yang diserahkan sebab langsung diserahkan kepada M Saleh Umar. “Fee yang saya dapat Rp200 juta. Selama dua tahun, sepertinya total yang saya dapat Rp 400 juta,” kata saksi.

Menurut saksi, ia mengaku pernah diperintah oleh M Saleh Umar untuk menyerahkan jatah uang pengaturan kuota rokok di Bintan kepada Kepala Bea dan Cukai Tanjungpinang Sodikin sebesar Rp 200 juta. “Saat itu Sodikin tidak mau menerima,” jelasnya.

Selanjutnya saksi tidak mengembalikan uang tersebut kepada M Saleh Umar. Namun yang itu digunakan saksi sebagai pinjaman. Uang tersebut kemudian dikembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat proses penyidikan.

Selanjutnya, saksi juga mengaku pernah dihubungi Apri Sujadi. Saat itu, Apri menanyakan apakah BP Kawasan mengeluarkan kuota rokok. Lalu saksi melapor kepada M Saleh Umar. “Jika ingin mengeluarkan kuota rokok, harus koordinasi dahulu,” katanya menirukan ucapan Apri.

Sebelumnya diketahui, Bupati Bintan non aktif Apri Sujadi bersama Plt Kepala BP Bintan, M Saleh Umar yang terlibat kasus korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan KPBPB Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018, didakwa telah memperkaya diri, orang lain dan korporasi oleh JPU KPK. Perbuatan terdakwa Apri bersama M Saleh Umar menyebab kerugian negara sebesar Rp 425 miliar. (*)

Reporter: Yusnadi