Pro Kepri

Di Karimun Harga Telor Per Butir Rp2.200

Harga telur di Karimun masih mahal, Rp2.200 per but0

batampos- Pemerintah kabupaten Karimun menjamin ketersediaan Sembilan Bahan Pokok (sembako) menjelang hari kebesaran Imlek 2573 yang tinggal dua minggu lagi.

” Alhamdulillah, pasokan sembako aman hingga imlek nanti. Cuman, harga telor dan minyak makan yang masih mahal,” jelas kepala Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi UKM dan ESDM Karimun M Yosli, Kamis (13/1).

BACA JUGA: Pemkab Karimun Jamin Ketersediaan BBM dan Sembako 

Masih kata Yosli lagi, masih mahalnya telor ayam dikarenakan dari peternakan ayam petenor yang sudah naik. Sehingga, sampai konsumen secara otomatis terjadi kenaikan per butirnya mencapai Rp2.200 yang biasanya hanya Rp1.800. Terjadinya kenaikan harga telor ayam tersebut, juga diakibatkan pakan maupun bibit ayam betelor juga naik.

” Kebutuhan telor memang cukup banyak di Karimun, telor lokal juga masih tidak mencukupi untuk pasokan kebutuhan konsumen,” ungkapnya.

Selain telor ayam juga minyak makan masih tinggi harganya, untuk minyak goreng curah saja sekarang sudah mencapai Rp18 ribu yang sebelumnya Rp14 ribu. Namun, saat ini pihaknya masih menunggu regulasi dari Pemerintah Pusat untuk menekan harga minyak goreng di kabupaten Karimun.

” Kita masih menunggu instruksi dari Pusat. Rencananya harga minyak goreng Rp14 ribu per liter, mudah-mudahan segera ada regulasi dari Pusat biar bisa menekan harga minyak goreng nantinya,” katanya.

Sementara pantauan dilapangan untuk harga beberapa komoditi sembako seperti bawang putih Rp28 ribu per kilogram, bawang merah Rp30 ribu per kilogram, cabe merah Rp45 ribu per kilogram, ayam potong Rp36 ribu per kilogram, daging sapi segar Rp170 ribu per kilogram, daging sapi beku Rp100 ribu per kilogram. Gula pasir Rp12 ribu per kilogram, beras premium Rp13.500 per kilogram, beras bulong Rp10 ribu per kilogram.

” Mudah-mudahanlah turun semuanya. Gimana mau jualan, semua naik pembeli sepi abang liat sendirilah. Kita hanya harapkan, hari libur saja itupun tidak sampai siang sudah sepi,” keluh Lia salah seorang pedagang di Karimun.(*)

Reporter: Tri Hartono