Metropolis

Dikawal Polisi, Chaidir Dipindah Ke Rutan Tanjungpinang

batampos- Kejaksaan Negeri Batam memindahkan tahanan tersangka dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengelolaan dana BOS dan Komite, Muhammad Chaidir, Jumat (14/1). Mantan Kepala SMA Negeri 1 Batam ini dipindahkan dari Rutan Batam ke Rutan di Tanjungpinang.

BACA JUGA:Takut Terseret Kasus, Guru SMA 1 Batam Ramai-Ramai Kembalikan Uang ke Jaksa

Pemindahanan tahanan Chaidir dikawal oleh dua petugas kepolisian. Saat diboyong dari Rutan Tembesi, Chaidir nampak menggunakan rompi merah tahanan Kejaksaan dengan tangan diborgol. Begitu juga saat sampai di kapal, Chaidir pun diapit dua anggota polisi.

unnamed 3
Chaidir, tersangka korupsi SMA 1 Batam dipindahkan ke rutan Tanjungpinang, Jumat (14/1). f. yashinta

Kasi Intel Kejari Batam, Wahyu Oktaviandi mengatakan pemindahan tahanan Chaidir dilakukan karena dalam waktu dekat tersangka akan disidang. Sebab, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melimpahkan berkas tersangka ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

“Rencana memang minggu depan, namun ternyata dipercepat, karena berkas sudah dilimpahkan. Jadi menunggu penetapan jadwal sidang hakim,” terang Wahyu.

Dikatakan Wahyu, kondisi Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kepri saat akan dipindah dalam kondisi sehat. Chaidir juga tak mengalami stres meski sudah ditahan selama 10 hari.

“Untuk pemindahan kan harus ada surat keterangan sehat, nah tersangka sehat, makanya bisa dipindah. Pemindahan tahanan di kawan polisi,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, proses pemberkasaan Chaidir memang termasuk cepat, sebab baru ditetapkan sebagai tersangka pada 3 Januari lalu. Dan kemudian berkas tahap 2 pada tanggal 12 Januari.

“Prosesnya memang cepat, karena penyidik tinggal melengkapi dari keterangan saksi yang sudah ada,” imbuhnya.

Masih kata Wahyu, penyidik masih tetap melakukan proses penyidikan meski Chaidir sudah akan disidang. Bahkan, nanti jika ditemukan fakta baru dipersidangan, penyidik akan menindaklanjuti. “Proses penyidikan untuk kasus ini tetap berjalan sampai persidangan nanti,” tegas Wahyu.

Berita sebelumnya, Mantan Kepala SMA Negeri 1 Batam Muhammad Chaidir ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Batam, Senin (3/1). Ia diduga melakukan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah), biaya operasional dan dana Komite (dana SPP siswa) tahun anggaran 2017 sampai 2019 senilai Rp 830 juta.

Modus yang dilakukan Chaidir diduga dengan cara me mark up dan membuat kwitainsi fiktif. Tak hanya itu, Chaidir juga memalsukan tanda tangan dan lainnya. Salah satu dana diduga digunakan tersangka untuk mengajak para guru dan keluarga berlibur ke Malaysia. (*)

Reporter : Yashinta