Pro Kepri

Efektifkan Perda Sampah, DLH Target Retribusi Rp 5 Miliar

batampos- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang menargetkan pendapatan daerah dari sektor retribusi jasa umum atau pembersihan sampah pada 2022 sebesar Rp 5 miliar.

Kepala DLH Kota Tanjungpinang, Riono menjelaskan target itu jauh lebih tinggi dari hasil kesepakatan tim anggaran yaitu Rp1,5 miliar. Menurutnya target Rp 5 miliar itu bisa teraalisasi jika Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum dilaksanakan secara maksimal.

BACA JUGA: Masih Banyak Warga Buang Sampah ke Laut

“Perda itu efektifnya dilaksanakan tahun ini. Sebelumnya tagihan jasa pembersihan sampah dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman,” kata Riono, saat dikonfirmasi, Kamis (13/1).

Dijelaskan Riono, selama sembilan tahun perda itu diterbitkan, penarikan retribusi sampah tidak berjalan maksimal dan tidak sesuai Perda. Dia mencontohkan pemilik ruko yang seharusnya membayar Rp120 ribu setiap bulan, namun selama 9 tahun itu hanya membayar Rp 25 ribu per bulan.

Petugas DLH Tanjungpinang membersihkan sampah sekitaran pelantar, belum lama ini. F. ist

“Urusan penagihan itu baru diserahkan kepada kepada kami pada 2021, Sementara saya baru menjabat sebagai kepala dinas pada pertengahan tahun kemarin,” terangnya.

Riono mengakui efektivitas penarikan retribusi sampah itu membuat sebagian orang kaget. Tapi Hal itu wajar karena selama ini Perda Nomor 5/2012 tersebut tidak diterapkan secara maksimal. Tarif retribusi sampah yang mulai berlaku Januari 2021 itu bukan kebijakan baru, melainkan sudah 9 tahun lalu seharusnya dilaksanakan.

“Kami tetap membuka ruang kepada warga untuk menyampaikan saran dan pendapat kepada staf operator Dinas Lingkungan Hidup,” ucapnya.

Lebih lanjut, Riono menambahkan, di Tanjungpinang saat ini terdapat 33 tempat sampah liar yang tersebar di seluruh kelurahan, yang menyebabkan polusi udara dan penyumbatan drainase, asih banyak warga yang membuang sampah di tepi jalan, yang akhirnya menumpuk.

“Kami menyebutnya tempat sampah liar. Setiap hari petugas kebersihan membersihkannya, karena selalu ada. Kalau tidak dibersihkan bisa menimbulkan permasalahan lingkungan, termasuk gangguan kesehatan,” tambahnya.

Padahal, pemerintah sudah menyediakan tempat pembuangan sampah hampir merata di seluruh Tanjungpinang. Seharusnya, tempat sampah itu dimanfaatkan oleh warga.

“Kita punya 37 kontainer, 8 bak sampah permanen serta 9 bak sampah komunal tersebar di Tanjungpinang,” imbuhnya. (*)

 

Reporter : Peri Irawan