Metropolis

Gerebek Penampungan TKI Berkedok Kosan, Polisi Tangkap Penyalur PMI Ilegal

Pengungkapan Kasus Pekerja Migran Indonesia 2 F Cecep Mulyana scaled e1642158329505
Satreskrim Polresta Barelang mengamankan tiga pelaku penyalur pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal saat ekspos di Mapolresta Barelang, Jumat (13/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang berhasil mengungkap jaringan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Jaringan ini memiliki tempat penampungan di Bengkong Indah Bawah.

Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto mengatakan penampungan PMI ilegal ini berkedok kosan. Dari lokasi, polisi mengamankan tersangka, Supoyo.

“Kita mendapatkan informasi dari masyarakat. Tersangka ini mengaku memiliki kosan kepada warga setempat,” ujar Nugroho di Mapolresta Barelang, Jumat (14/1) siang.

Nugroho menjelaskan dari penangkapan tersebut, pihaknya turut menangkap 2 orang perekrut PMI ilegal, yakni Mardiyati dan Handoyo. Kedua pelaku ditangkap ditempat berbeda, Mardiyati ditangkap di Purbalingga, dan Handoyo di Purwakerto.

“Kedua tersangka ini memiliki hubungan rekan kerja. Mereka membuka lokasi perekrutan yang tidak memiliki legalitas,” katanya.

Dari keterangan tersangka, pengiriman PMI ilegal itu melalui Pelabuhan Internasional Batamcentre. Dalam pengiriman, tersangka mendapatkan keuntungan Rp 2-3 juta per orang.

“Modus operandi mereka menjanjikan, memfasilitasi, pemberangkatan, hingga penampungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polresta Barelang, Iptu Dwi Dea Anggraini mengatakan aktivitas pengiriman TKI tersebut ilegal karena tak memenuhi prosedur serta dokumen. Setiap calon TKI yang diberangkatkan tanpa dilengkapi dokumen yang dikeluarkan oleh BP2MI.

“Prosedurnya itu harus ada pelatihan pra kerja juga dari Disnaker. Kemudian ada travel pass. Di Indonesia mereka melanggar ketentuan ini, namun di Malaysia mereka (calon TKI) ini tidak ada masalah,” kata Dea.

Dari pengakuan Mardiyati, perekrutan PMI ilegal itu sudah berlangsung selama setahun. Wanita 44 tahun ini sempat bekerja sebagai PMI ilegal dan memiliki kenalan agen di Malaysia.

“Baru setahun. Kemarin ada 11 orang yang dikirim,” katanya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI