Pro Kepri

Harga Telur Ayam di Tanjungpinang Mencapai Rp 56 Ribu Per Papan

Salah seorang pekerja sedang mengikat telur ayam sebelum dijual kepada pedagang, Jumat (14/1) f. Peri Irawan

batampos- Harga telur ayam di Tanjungpinang terus meningkat bahkan saat ini beberapa pedagang di pasar tradisional menjual Rp 56 ribu per papan.

Salah satu pedagang di Pasar Baru I Tanjungpinang, Herman mengatakan kenaikan harga telur ayam sudah terjadi sejak beberapa pekan belakang, harga terus naik mulai dari Rp 48 ribu, Rp 50 ribu kemudian naik Rp 53 ribu dan saat ini Rp 56 ribu per papan. “Kenaikan ini sudah terjadi sejak Desember 2021 kemarin,” kata Herman, Jumat (14/1).

BACA JUGA: Di Karimun Harga Telor Per Butir Rp2.200

Herman tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga telur ayam itu, sebab dari agen tempatnya membeli juga sudah menetapkan harga terbaru. “Kita menyesuaikan dengan harga dari agen, kalau naik kita juga naikkan,” tuturnya.

Sementara itu salah satu agen telur ayam di Kilometer (Km) 3, Jalan MT Haryono, Jenni menjelaskan kenaikan harga telur ayam itu akibat kenaikan harga pakan ternaknya, sehingga dirinya harus menyesuaikan harga untuk dijual kepada pedagang.

“Sekarang ini harga pakan yang didatangkan dari Jakarta juga naik, akibat cuaca juga,” kata Jenni saat ditemui di rukonya.

Saat ini harga tertinggi yang ia jual kepada pedagang Rp 53 ribu, kemudian Rp 51 ribu dan Rp 50 ribu per papan. Untuk pembelian satu ikat dengan isi lima papan pihaknya memberi harga lebih murah yaitu Rp 262 ribu padahal harga yang seharusnya Rp 265 ribu.

“Kita di sini agen sekaligus peternak bisa kasih harga lebih murah sedikit,” tuturnya.

Menurutnya dengan harga jual Rp 53 ribu per papan kepada pedagang tentunya yang bersangkutan juga harus menjual lebih mahal baik di pasar maupun di warung-warung.

“Mungkin kalau di pasar ada yang jual Rp 55 -56 ribu per papan, tergantung harga dari penyuplainya,” sebutnya.

Ia mengakui, belakangan ini para langganannya kerap kaget dengan lonjakan harga yang terjadi, namun pihaknya tidak bisa memberi harga lebih murah karena harga pakan saat ini juga mengalami kenaikan. “Iya pasti kaget mereka, kok tiba-tiba harga naik, tapi kita tetap ikuti harga pasaran,” tambahnya. (*)

Reporter : Peri Irawan