Metropolis

Komisi I DPRD akan Cek Tempat Hiburan Remang-Remang di Dekat Masjid Sultan

Pub Erotis Dalil Harahap 7777 scaled e1641956474174
Inilah Bar yang menyediakan tari erotis, Selasa (11/1). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos- Bar dan Cafe yang menyuguhkan tarian erotis di pertokoan Tunas Regency, Kelurahan Seibinti, Sagulung, telah ditutup oleh tim gabungan dari Pemko Batam. Sebab, izin operasional Bar dan Cafe itu masih dalam proses.

BACA JUGA: Sajikan Tarian Erotis, Kafe Dekat Masjid Sultan Ditutup

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan mengatakan, dirinya juga telah mendapatkan komplain dari majelis taklim Masjid Sultan Mahmud Riayad Syah. Mereka mempertanyakan atas operasional Bar dan Cafe itu setelah adanya pemberitaan tarian erotis disana.

“Makanya kami komisi I nanti akan lihat langsung ke lokasi,” ujar Safari, Kamis (13/1).

Komisi I nantinya, akan mempertanyakan izin dari usaha Bar dan Cafe itu. Apakah izin itu, hanya sebagai cafe atau tempat hiburan malam yang menyajikan tarian erotis. Jika nantinya izin dari Bar dan Cafe itu tak sesuai, maka Komisi I meminta agar Bar dan Cafe itu untuk ditertibkan.

“Tapi kalau ada izinnya kita pertanyakan ke PTSP. Itu dekat masjid kenapa diizinkan ada usaha itu. Tapi kami yakin itu tidak ada izinnya. Karena tidak mungkin rasanya pemerintah memberikan izin depan masjid. Apalagi Batam ini Bandar Dunia Madani yang agamis,” tuturnya.

Dilanjutkannya, Masjid Sultan Mahmud Riayad Syah adalah masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat. Sehingga dengan adanya Bar dan Cafe yang menyajikan tarian erotis itu tentunya akan tercederai.

“Ternyata saya dapat masukan dari warga bukan di situ saja. Deretan itu ada beberapa usaha yang juga remang-remang seperti itu. Nanti akan kita cek semuanya,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk lokasi detail tempat hiburan bukan dibeberkan dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam RTRW itu hanya dijabarkan peruntukannya, mulai dari peruntukan perumahan, jasa, tempat hiburan dan sebagainya.

“Itu secara detailnya itu dibahas di RDTR. Usahanya apa saja disitu dan jasanya apa saja. Kalau jasa hiburan dan karoke keluarga mungkin tak masalah. RDTR itu pembahasannya di Pemko dan finalnya kita belum tau,” imbuhnya. (*)

 

Reporter : Eggi Idriansyah