Internasional

Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan, Mantan Perwira Intelijen Suriah Diadili di Jerman

Staf Pengadilan Tinggi Koblenz mendampingi terdakwa Anwar Raslan (wajah dikaburkan) atas kasus kejahatan terhadap kemanusiaan di Suriah. Dia divonis penjaran seumur hidup, Kamis 913/1/2022) waktu setempat. ( F Thomas Frey/Getty Images)

batampos – Pengadilan Tinggi Koblenz mengadili Anwar Raslan,58, mantan perwira intelijen rezim Suriah dengan hukuman penjara seumur hidup di Jerman, Kamis (13/1/2022) waktu setempat.

Pengadilan Jerman untuk pertama sekali memvonis terdakwa asing dengan yurisdiksi hukum yang berlaku di Jerman dengan alasan perbuatan terdakwa melakukan kejahatan kemanusiaan dengan menyiksa dan membunuh warga sipil tak berdosa. Kejamnya, penyiksaan yang ia lakukan itu justru disponsori negara di bawah pimpinan Presiden Bashar al-Assad. Sehingga sistem peradilan universal diloloskan untuk mengadili Anwar Raslan tersebut.

Selama proses pengadilan itu, Raslan membantah melakukan dan memerintahkan penyiksaan terhadap para tahanan warga Suriah. Namun, pengadilan menyatakan ia bersalah dengan salah satu kejahatan yang disebutkan, yakni 27 kasus pembunuhan.

“Terdakwa menugaskan para investigator, intelijen, serta pegawai penjara untuk menyiksa para tahanan pada tahap awal perang Suriah, 2011 hingga 2012 lalu,” ujar Jaksa Penuntut Umum saat membacakan dakwaan terhadap Raslan seperti dilansir dari The Wasington Post, Jumat (14/1/2022).

Selain itu, dia juga dianggap bertanggung jawab atas penyiksaan terhadap sedikitnya 4 ribu orang yang ditahan di penjara badan intelijen Al Khatib di Damaskus.

Ada pun kejahatan yang dituduhkankan terhadap terdakwa dan dibacakan di persidangan yakni: turut mengawasi interogasi dengan sengatan listrik, pemukulan menggunakan kepalan tangan, kawat dan cambuk. “Selain itu juga dengan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak-anak,” demikian bukti di persidangan yang dibacakan.

Sementara itu, pekan sebelumnya, pengacara Anwar Raslan meminta pengadilan untuk membebaskan kliennya itu dan mengklaim bahwa dia tidak pernah secara pribadi melakukan penyiksaan, bahkan telah membelot akhir 2012 dan mendukung kelompok oposisi.

Pada 2014, Raslan dan keluarganya melarikan diri dari Suriah, meminta suaka di Jerman. Dia menetap di Berlin sejak saat itu.

Namun, ada korban yang juga pencari suaka dari Suriah mengenalinya, dan melaporkannya. Dia pun ditangkap bersama mantan anggota intelijen Suriah lainnya, yakni Eyad Alghareib, yang juga mendapat suaka di Jerman.

Suriah dilanda kehancuran akibat perang saudara sejak 2011 setelah Presiden Bashar Assad kehilangan kendali atas sebagian besar negara itu karena berbagai kelompok revolusioner, salah satu diantaranya munculnya ISIS. Sejak saat itu, konflik menarik berbagai kekuatan asing dan membawa kesengsaraan dan kematian bagi rakyat Suriah. Anwar Raslan tak bisa dilepaskan dari kasus ini.

Setelah ia ditangkap, ia mulai diadili April 2020 lalu. Lebih dari 100 korban dijadikan sebagai saksi atas persidangannya. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak