Metropolis

Rudi Berharap Pariwisata Batam Segera Bangkit

Wisatawan 2 f Cecep Mulyana
Kunjungan wisatawan ke Batam sebelum pandemi. (Dok.Batampos)

batampos – Pembangunan infrastruktur masih akan dilanjutkan dan menjadi prioritas di 2022. Peningkatan infrastruktur ini, guna mendukung investasi dan kemajuan Batam.

“Infrastruktur itu juga untuk mendukung sektor potensial di daerah, seperti sektor pariwisata yang beberapa tahun terakhir terhambat karena Pandemi Covid-19,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Kamis (13/1).

Hal ini senada dengan tema yang diangkat yakni ‘Pemantapan Infrastruktur Perkotaan untuk Meningkatkan Akselerasi dan Penataan Pembangunan Ekonomi Berbasis Potensi Daerah’.

“Sekarang sektor industri relatif tidak terganggu karena sejak awal tidak kita tutup. Yang menjadi tantangan kita adalah menghidupkan kembali pariwisata yang masih redup,” ucap Rudi.

Dua tahun lalu, Batam merupakan penyumbang nomor dua untuk wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia. Sedikitnya 24 persen pendapatan asli daerah juga bersumber dari pariwisata.

Namun, begitu pandemi, pintu masuk wisman ditutup, cukup membuat Batam terpukul. Kendati demikian, pembangunan infrastruktur harus terus berlanjut, sehingga saat pariwisata bangkit, langsung didukung infrastruktur yang lebih baik.

“Dua tahun ini pembangunan tetap jalan. Meskipun terbatas, dan tidak sebanyak sebelum pandemi. Saya berharap saat pandemi usai, Batam lebih siap menyambut kedatangan wisman, dan didukung infrastruktur yang semakin baik,” bebernya.

Rudi menyebut, Batam pernah mendatangkan wisman hingga 2 juta orang. Singapura dan Malaysia menjadi penyumbang terbesar.

Namun, selama dua tahun ini, benar-benar redup. Namun tak menghalangi investor di sektor pariwisata untuk membangun. Ada hotel yang baru dibangun, bahkan langsung beroperasi seper Marriot di Harbour Bay. Juga peningkatan infrastruktur jalan, akses, dan penghijauan tetap dilakukan.

“Saya berupaya menghadirkan Batam yang lebih maju, lebih tertata. Kita bisa lihat sekarang, meskipun pandemi, pembangunan tetap berjalan. Pendukung sektor pariwisata sudah terus kita benahi,” jelasnya.

Dengan sumber anggaran pengembangan Batam dari APBD Batam dan BP Batam, maka pembangunan bisa berjalan lebih cepat. Pemanfaatan anggaran bisa lebih besar.

“Saya pikir, setelah jalan selesai orang akan merasa nyaman dan banyak ke Batam. Selanjutnya, sektor wisata akan maju,” papar dia.

Menggenai upaya memulihkan sektor pariwisata, Batam yang didukung pemerintah pusat mulai menggelar vaksinasi booster. Di Batam, kegiatam ini dimulai pada Kamis (14/1) yang dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M. Herindra.

Sembari membangun dan melakukan upaya menekan pandemi, Rudi kembali memastikan kebijakannya tidak akan menganggu urusan langsung terkait masyarakat.

Untuk itu, ia memerintahkan OPD (organisasi perangkat daerah) untuk memastikan ini. Sebagai gantinya, Pemko Batam akan kembali menghilangkan kegiatan-kegiatan yang kurang penting.

“Saya tegaskan, kepentingan masyarakat atau kepentingan sosial tidak boleh dikurangi. Kegiatan normatif yang kita hilangkan, ini sudah saya lakukan sejak 2016 lalu. Hasilnya, Batam kini sudah berubah drastis. Ini juga berkat kekompakan kita semua,” imbuhnya.

Rudi juga mengatakan, berbagai kebijakan dan lompatan besar tersebut tidak lain untuk menggeliatkan ekonomi Batam.

“Saya berharap 2023 seperti 2019 (pertumbuhan ekonomi) yang bisa mencapai 5,92 persen,” harap dia.

Jika semua elemen bahu-membahu, kata Rudi, hal ini bukan mustahil untuk diwujudkan. Apalagi dirinya telah mendapat kisi-kisi dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2021 yang akan disampaikan Februari mendatang hampir mencapai 4 persen.

“Tahun 2021 hampir 4 persen, maka kita berharap pada 2022 bisa sampai 5 persen lebih, seperti 2019 lalu,” ujar Rudi.

Rudi memahami harapan besar ini akan semakin mudah dicapai jika didukung semua pihak, terutama Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkompinda) juga masyarakat Batam. Kepada unsur Pemko Batam dan BP Batam, Rudi berpesan agar seluruh kebijakannya wajib untuk dilaksanakan.

“Tidak lain yang kita bangun demi kota dan masyarakat Batam yang kita cintai ini. Demi generasi Batam. Ke depan Batam akan punya bandara yang sangat bagus dan memiliki standar Internasional. Ini merupakan salah satu penunjang pariwisata juga,” tutupnya. (*)

 

Reporter: YULITAVIA