Pro Kepri

Saat Pandemi Ada Perjalanan Dinas, Jaksa Lirik Dugaan Korupsi di Tubuh Baperlitbang Karimun

batampos– Kejaksaan Negeri Karimun sedang melakukan penyelidikan dugaan korupsi di tubuh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) kabupaten Karimun. Dimana, laporan tersebut masuk pada tahun 2021 lalu dan sudah ditindaklanjuti.

BACA JUGA: Dinilai Terlalu Besar, Kemendagri Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Pemprov Kepri Rp6,9 Miliar

” Masih pemanggilan saksi-saksi pegawai Baperlitbang Karimun. Sudah delapan orang yang kita mintai keterangan,” jelas Kasipidsus Kejari Karimun Tiyan Andesta mewakili Kajari Karimun, Jumat (14/1).

Dikatakan, laporan dari masyarakat ada dugaan mengenai pengelolaan anggaran belanja daerah berupa biaya perjalanan dinas serta biaya makan minum rapat untuk tahun anggara 2020 lalu. Sehingga, pihaknya menindaklanjuti dengan pemanggilan para pegawai yang ada kaitannya dengan membawa bukti-bukti.

” Untuk sementara, sepanjang pemeriksaan berkas-berkasnya memang ada kegiatan perjalanan dinas, biaya makan minum rapat sebelum pandemi Covid-19 dan sesudah pandemi Covid-19,” terangnya.

Masih kata Tiyan lagi, bukti-bukti pendukungnya yang mereka lampirkan seperti dokumentasi, SPJ lengkap semuanya. Namun, apakah benar atau tidak harus diuji dengan penyedia atau pihak ketiga. Setelah itu, kegiatan tersebut harus dilakukan audit oleh Inspektorat atau BPKP nantinya.

” Nah, kita lihat nanti masih tahap awal. Yang jelas, masak dimasa pandemi Covid-19 ada perjalanan dinas. Tidak ada masalah dalam pemeriksaan mereka memperlihatkan laporan. Sabar dululah, kita lihat nanti perkembangan saksi-saksi berikutnya,” tegasnya.

Seperti sebelumnya, Kejari Karimun Meilinda melakukan pres rilis terhadap pencapaian kinerja pada tahun 2021 lalu salah satunya Kejari karimun masuk dalam peringkat satu sebagai penyetor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tingkat Nasional yang disetor mencapai Rp9 milyar lebih. (*)

Reporter: Tri Haryono