Metropolis

Harga Sayur di Batam Meroket

Harga Sayur
Ilustrasi. Warga membeli sayur mayur di Pasar Botania, Batam Center. Saat ini harga sayur di Kota Batam meroket disebabkan banyak petani yang gagal panen. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – Banjir yang disebabkan oleh hujan deras awal tahun lalu menyebabkan harga sayur mayur di Kota Batam mengalami kenaikan harga.

Pantauan Batam Pos di sejumlah pasar, harga sayur mengalami kenaikan bahkan hingga dua kali lipat. Di Pasar Fanindo misalnya, sayur kangkung dijual dengan harga Rp 18 ribu per kg.

Padahal normalnya hanya Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu per kg. Begitu juga dengan sayur bayam dijual Rp 20 ribu per kg.

“Sayur lagi naik mas. Kalau bayam sekilonya Rp 20 ribu,” ujar Ani pedagang sayur.

Menurutnya kenaikan sayur terjadi sejak beberapa hari yang lalu. Gagal panen petani sayur jadi salah satu penyebab naiknya harga sayur tersebut.

“Banyak yang terendam banjir sehingga harganya ikut naik,” ucap Ani.

Sementara itu Teteh, salah seorang petani sayur di Marina mengatakan, untuk harga sayur sendiri dijual Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kg. Harga ini naik dibandingkan beberapa pekan yang lalu yakni sebesar Rp 8 ribu per kg.

“Ya, hujan deras awal tahun kemarin merendam sayur di kebun, ini yang bisa dijual yang gak kerendam banjir aja. Lebih dari setengah sayur siap panen rusak,” ujarnya.

Teteh menyebutkan, untuk saat ini ia bisa memproduksi 30 kg sampai dengan 40 kg sayur setiap hari. Biasanya para pembeli menjemput langsung sayur ke kebun.

“Sepakan terkahir permintaan naik cuma sayur naik, semisal kangkung dan bayam. Kalau untuk sawi kita benar-benar kosong karena habis semua karena banjir,” pungkasnya.

Reporter: Rengga Yuliandra