Pro Kepri

Persoalan PPDB Terbanyak di Batam-Tanjungpinang

Plt Kadisdik Kepri,Darson

batampos-Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri sudah melakukan evaluasi terhadap proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2021/2022 lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kepri, Darson mengatakan, Batam dan Tanjungpinang menjadi daerah yang mendapatkan atensi khusus.

“Batam dan Tanjungpinang masih menjadi episentrum PPDB. Karena pada tahun lalu masih terjadi sejumlah persoalan dalam prosesnya,” ujar Darson, Jumat (14/1) di Tanjungpinang.

BACA JUGA: Proyeksi untuk Pendidikan Jadi Sorotan di RAPBD 2022

Mantan Kepsek SMA Negeri 4 Tanjungpinang tersebut menjelaskan, meskipun PPDB TA 2022/2023 masih beberapa bulan kedepan. Namun pihak akan segera melakukan pemetaan mengenai persoalan-persoalan disetiap daerah. Menurutnya, sampai sejauh ini, Batam dan Tanjungpinang menjadi daerah terjadi persoalan.

“Baik Batam dan Tanjungpinang persoalannya hampir sama, yakni terjadi penumpukan di sekolah tertentu. Masalah kedua adalah mengenai Data Tampung Sekolah (DTS),” jelasnya.

Menurutnya, terkait persoalan kapasitas sekolah tentunya akan disiasati dengan menambah kapasitas jika memang memungkinkan. Namun bagi sekolah-sekolah yang terbatas luasnya, maka akan dilakukan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) dengan bangunan bertingkat.

“Disdik Kepri terus berupaya untuk menjolok APBN untuk membangun Unit Sekolah Baru (USB) dan RKB. Sehingga APBD bisa diplot untuk kebutuhan lainnya,” jelasnya lagi.

Pria yang pernah duduk sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Tanjungpinang tersebut menegaskan, meskipun Disdik Kepri sebagai leading sector pendidikan SMA/SMK, dan SLB (Negeri khususnya,red). Kebijakan pada penerimaan PPDB tidak sepenuhnya di Disdik Kepri.

“Kita akan bagi tanggungjawab dengan pihak sekolah. Karena secara internal mereka yang lebih paham kondisinya. Maka dari itu, kita akan melakukan evaluasi dan koordinasi sebelum digelarnya PPDB nanti,” tutup Darson.

Belum lama ini, Wakil Ketua II DPRD Kepri, Raden Hari Tjahyono mengatakan, masalah pendidikan di Batam adalah ketersediaan infastruktur pendidikan untuk SMA. Karena pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2021 lalu terjadi penumpukan di sekolah-sekolah tertentu yang berada di Batam Kota.

Ditegaskannya, persoalan-persoalan yang mendesak, apalagi berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, ia akan usahakan masuk dalam pembahasan anggaran Kepri 2022. “Memang hasil reses ini harus dibawah pada Musrenbang 2022 mendatang. Kita berharap PPDB TA 2022 nanti tidak terjadi gejolak lagi disemua daerah,” ujar Raden Hari Tjahyono. (*)

Reporter: Jailani