Nasional

Enam Provinsi di Indonesia yang Tak Punya RSJ, Termasuk Kepulauan Riau

Pekerja membersihkan ranjang pasien di ruang isolasi Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya. Pemerintah menyediakan 112 tempat tidur pasien di ruang isolasi rumah sakit tersebut untuk menangani pasien Covid-19. (Moch Asim/Antara)

batampos – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) merupakan fasilitas kesehatan yang wajib ada di setiap provinsi di Indonesia. Hal itu berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

Pasal 52 ayat 2 menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi wajib mendirikan paling sedikit 1 rumah sakit jiwa. Akan tetapi, masih ada sebanyak enam provinsi di Indonesia yang belum memiliki fasilitas RSJ.

Enam provinsi tersebut adalah Kepulauan Riau, Banten, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Papua Barat. Tidak adanya fasilitas kesehatan jiwa di beberapa daerah tersebut bisa mengakibatkan kurangnya penanganan masalah kesehatan jiwa.

Mengenai itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, dirinya telah meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk mempercepat pembangunan RSJ di enam provinsi.

“Saya sudah meminta kepada Pak Menkes supaya diprioritaskan (pembangunan RSJ di 6 provinsi). Sehingga kita harapkan sebelum tahun 2024, enam RSJ itu sudah terbangun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/1).

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan, untuk mempersiapkan operasional dan tenaga kesehatan di enam RSJ tersebut nantinya akan dilakukan resource  sharing dari RSJ yang sudah ada.

“Jadi mereka tidak perlu merekrut 100 persen tenaga baru. RSJ yang sudah bagus seperti tadi itu RS Soeharto Herdjaan saya kira termasuk RSJ terbaik nanti bisa mengirim SDM ke sana untuk memberikan semacam pembimbingan calon tenaganya,” terang dia.

Selain itu, mantan Mendikbud ini mengatakan, untuk calon tenaga kesehatan yang akan bertugas di enam RSJ itu juga akan ditugaskan di RSJ yang ada untuk mendapatkan ilmu-ilmu dalam menangani pasien.

“Itu biar magang dulu di RS yang ada supaya mendapatkan pengalaman. Itu targetnya,” ucapnya. (*)

Reporter: JP Group