Metropolis

Didakwa Pasal Persetubuhan Anak, Oknum Pejabat Pertamina Tak Keberatan

838bbad831db9d7868ea705c15672949
Ilustrasi sidang

batampos- TNM, oknum pejabat Pertamina yang sempat bertugas di Pulau Sambu Batam akhirnya menjalani sidang perdana, Selasa (18/1). Pria berusia 44 tahun ini didakwa dengan pasal persetubuhan anak. Atas dakwaan itu, TNM pun tak keberatan.

Sidang pidana yang dipimpin majelis hakim Pengadilan Negeri Batam ini berlangsung virtual dan tertutup. Dikarenakan setiap perkara yang berhubungan dengan asusila dipastikan berlangsung tertutup untuk melindungi korban.

BACA JUGA: Bocah 12 Tahun yang Dihamili Oknum Pegawai Pertamina Mengandung 5 Bulan

Agenda sidang yang sempat tertunda satu minggu ini adalah pembacaan dakwaan. Dimana, TNM diduga telah mencabuli V berulangkali hingga remaja berusia 12 tahun itu hamil. Bahkan, terdakwa juga diduga memaksa korban untuk mengugurkan kandungan yang telah memasuki usia 5 bulan.

Atas dugaan perbuaataan itu, TNM dianggap melanggar pasal 81 ayat 2 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang juncto pasal 64 ayat 1 KUHPidana dan pasal 348 ayat 1 KUHPidana.

“Tadi cuma pembacaan dakwaan. Atas dakwaan terdakwa juga tak keberatan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Herlambang, Selasa (18/1).

Menurut dia, dalam sidang tersebut majelis hakim juga sempat menunjuk penasehat hukum terdakwa. Sebab, pada saat persidangan tersebut, lagi-lagi terdakwa seorang diri. Padahal ancaman hukuman TNM cukup tingi, yakni 15 tahun penjara. “Karena terdakwa tak keberataaan, sidang berlanjut pemeriksaan saksi,” ujar Herlambang.

Sementara Elisuwita, yang ditunjuk hakim mendampingi TNM baru tahu dirinya ditunjuk sebagai penasehat hukum. Menurutnya, terdakwa tidak keberataan atas dakwaan, sehingga tak mengajukan esepsi.

“Pengacara yang bersangkutan dari Jakarta tetap tak datang, sehingga saya ditunjuk. Pembacaan dakwaan tadi, terdakwa tak keberatan, sehingga sidang lanjut minggu depan,” tegas Elisuwita.

Diketahui, kasus yang menjerat pejabat pertamina TNM berawal dari laporan orangtua korban V ke Polresta Barelang. Dimana orang tua V kaget mengetahui anaknya hamil 5 bulan. Padahal saat itu V masih berusia 12 tahun.

Kasus pesertubuhan terhadap remaja SMP ini terungkap saat ia mengeluh sakit perut. Oleh orangtuanya langsung dibawa ke rumah sakit. Usai memeriksa kondisi V, dokter memberi tahu jika putrinya itu tengah hamil dan akan melahirkan. Tak beraa lama V melahirkan, namun bayinya meninggal dunia usai melahirkan.

Dari hasil penyidikan, diketahui sebelum ke rumah sakit V sempat minum obat yang dibeli online untuk mengugurkan kandungan. Obat itu dibeli atas saran TNM, pria berusia 44 tahun yang telah menyetubuhi remaja ini.

Hubungan terlarang yang terjalin karena bujum rayu TNM terhadap korban. Korban yang masih lugu pun terpedaya dan berhasil disetubuhi berulangkali hingga hamil. (*)

Reporter : Yashinta