Pro Kepri

Pasokan BBM Tiba, Dua SPBU di Karimun Kembali Beroperasi

Pasokan BBM datang, SPBU ini akan beroperasi melayani warga

batampos- Dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Karimun menggalami keterlambatan pasokan Bahan bakar minyak (BBM) berjenis pertalite. Akibatnya, sejak Sejak, Senin (17/1) lalu tidak beroperasi termasuk Agen Premium Minyak Solar (APMS) Kuda Laut sejak beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi UKM dan ESDM Karimun M Yosli ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk APMS Kuda Laut sudah tiba di Karimun yang langsung dibongkar dan bisa diedarkan kepada masyarakat. Sedangkan, untuk SPBU Sei Raya sendiri sedang loading di Tanjunguban dan SPBU Poros dalam perjalanan menuju Karimun.

BACA JUGA: Enam Hari Pasokan BBM SPBU Poros Putus, Ini Penyebabnya

” Insyallah, dua SPBU Karimun bisa beroperasi kembali hari ini. Dengan harga BBM jenis pertalite Rp7.250 per liter, termasuk di APMS Kuda Laut. Sedangkan, SPBU Coastal Area untuk harga pertalite Rp8000 per liter,” terangnya, Selasa (18/1).

Kenapa SPBU Coastal Area yang dikelola PT Cahaya Satu Januari untuk harga pertalite Rp800 per liter, kata Yosli dikarenakan tidak masuk program langit biru dari Pertamina. Sedangkan, dua SPBU dan APMS mereka masuk dalam program langit biru.

” Nanti, harganya sama Rp8000 per liter khusus untuk di Kepri, termasuk Karimun sendiri. Itu, kebijakan pihak Pertamina yang jelas kita Pemerintah Daerah hanya melakukan koordinasi agar pasokan BBM tercukupi di Karimun,” ungkapnya.

Sementara ditanya tentang gas elpiji subsidi 3 kilogram atau gas melon yang rumornya akan terjadi kenaikan mencapai Rp40 ribu per tabung yang biasanya hanya Rp25 ribu. Ia mengatakan, hingga sekarang belum dapat informasi dari Pemerintah Pusat. Karena, gas elpiji subsidi tersebut memang ada subsidi dari pemerintah.

” Belum ada informasi resmilah. Paling penting pasokan BBM maupun gas elpiji tetap ada di Karimun dan beredar,” tegasnya.

Sedangkan, pantauan dilapangan SPBU Poros banyak warga yang masuk ke SPBU tersebut putar balik akibat tidak ada BBM pertalite. Termasuk, di kios-kios mini BBM yang ada dipinggir jalan juga tidak terlihat botol-botol mineral yang berisi BBM berwana hijau, namun botol-botol mineral berwarna merah masih ada terpajang jenis pertamax.

” Saran saya sih, kalau kembali beroperasi SPBU Poros agar dikurangi yang menggunakan motor besar. Ini, kadang mereka saja yang antri ramai. Kita yang membawa kendaraan kecil hanya isi tidak seberapa antri cukup lama,” kata Lia salah seorang warga Karimun. (*)

Reporter : TRI HARYONO