Metropolis

Polisi Selidiki Penyalur PMI Ilegal, Diduga Kapal dari Belakang Padang

Kapal TKI
Satgas) misi Kemanusian Internasional meninjau barang bukti kapal yang digunakan untuk menampung dan mengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal di Pelabuhan Gentong Bintan dan Sagara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Foto: Humas Polda Kepri

batampos– Tim Gabungan dari Polda Kepri, Satreskirm Polresta Barelang, dan Satpol Air Polresta Barelang masih menyelidiki jaringan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang menewaskan 6 orang WNI di Perairan Pulau Pisang, Pontian Besar, Negara Bagian Johor Bahru, Malaysia.

BACA JUGA: Lagi, Kapal dari Batam Bermuatan PMI Ilegal Tenggelam di Perairan Malaysia

Informasi yang didapatkan, para PMI ilegal ini diberangkatkan melalui Belakang Padang. Diduga, penyalur PMI tersebut merupakan buronan Polresta Barelang beberapa waktu lalu

“Informasinya memang seperti itu (pengiriman dari Belakang Padang). Tapi masih didalami juga bersama Reskrim,” ujar Kasat Polair Polresta Barelang Kompol Syaiful Badawi, Rabu (19/1) siang.

Sebelumnya, Satpol Air Polresta Barelang juga berhasil mengagalkan pengiriman PMI ilegal melalui Perairan Belakang Padang pada akhir tahun lalu. Dalam kasus ini, polisi menangkap tekong berinisial RM, 18, yang masih berstatus pelajar.

Pengiriman PMI ilegal ini direkrut oleh seorang wanita berinisial I yang berada di Surabaya, kemudian Kemudian, para korban ke Batam dan ditampunb oleh seorang pria berinisal A, dan di Malaysia akan dijemput oleh pria berinisial M.

“Ini jaringan lama dan berstatus DPO. Nah, apakah jaringan ini yang terlibat, masih didalami,” tegasnya.

Diketahui, jaringan ini merekrut PMI ilegal dari berbagai daerah seperti dari Lombok, Banyuwangi, Malang,  Lamongan,  Sleman, serta Palembang. Untuk bekerja di Malaysia, PMI ini membayar uang dari Rp 6-8 juta per orangnya.

“Semoga terungkap. Dan pastinya kita terus meningkatkan pengawasan di perairan untuk mencegah hal ini terjadi lagi,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi