Pro Kepri

Polisi Tangkap Tiga Pelaku Tambang Pasir Ilegal di Gunung Kijang, Bintan

batampos- Polisi menangkap tiga pelaku atas dugaan keterlibatan penambangan pasir ilegal di Kampung Banjar Baru Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan pada Senin (17/1). Penangkapan bermula setelah adanya informasi aktivitas penambangan pasir ilegal di Kampung Banjar Baru. Kemudian, pihak Kepolisian mengecek ke lokasi.

BACA JUGA: Pasir Hasil Pendalaman Alur Tidak Boleh Diekspor

“Waktu kita cek ke lokasi memang benar ada kegiatan tambang ilegal. Kita temukan dua mesin penyedot pasir yang sedang beroperasi,” kata Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Dwihatmoko.

Tiga pelaku tambang pasir ilegal diamankan di Kampung Banjar Baru Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan pada Senin (17/1) lalu. F.Polres Bintan

Dwihatmoko menjelaskan, kedua mesin tersebut sedang beroperasi menyedot pasir dari dalam kolam. Kemudian, pasir yang sudah dicuci disalurkan ke bak penampungan melalui selang.

Dwihatmoko juga menjelaskan, di lokasi juga ditemukan 2 unit truk yaitu 1 unit truk dengan bak sudah terisi penuh pasir dan 1 unit truk lagi sedang dalam pengisian.

Dari aktivitas ini, Dwihatmoko mengatakan, pihaknya menangkap tiga orang pelaku yakni pelaku berinisial YA, 22, selaku pemilik mesin.

Dari pemeriksaan, YA mengaku bekerja di lahan milik CV KMBJ dengan perjanjian bagi hasil dari penjualan pasir yaitu para sopir truk yang membeli pasir di tempat tersebut.

Selain pelaku YA, Dwihatmoko mengatakan, polisi juga mengamankan pelaku berinisial M alias U selaku pemilik CV. KMBJ dan pelaku berinisial JH selaku pengurus perusahaan CV. KMBJ. “Kita juga masih mengejar dua pelaku lainnya, Eds dan Mks,” ujarnya.

Atas perbuatan ini, tiga pelaku dijerat pasal 158 Junto pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda sekira Rp 100 miliar.

Dwihatmoko juga mengimbau kepada pelaku usaha pertambangan ilegal agar segera menutup atau menghentikan kegiatannya.

“Kami Polres Bintan akan melaksanakan penindakan terhadap penambang pasir ilegal dan berkomitmen hal ini akan berkelanjutan dan tetap dilakukan razia dan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tukasnya. (*)

 

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO