Pro Kepri

Waspadalah, Kasus DBD Meningkat, 20 Hari 31 kasus, 1 Meninggal

Kadinkes Karimun, Rachmadi

batampos – Masyarakat Kabupaten Karimun diminta tetap waspada. Meski kasus positif Covid-19 menurun, namun ada penyakit lain yang mengintai. Yakni demam berdarah dengue (DBD) yang sudah ada 31 kasus di awal tahun ini.

”Selama 20 hari atau sampai dengan Kamis (20/1) jumlah kasus DBD sudah 31 kasus. Untuk itu, kita menghimbau masyarakat tetap waspada. Selain waspada Covid-19, juga waspada DBD. Salah satunya, terapkan 3 M. Dan, jaga lingkungan tempat tinggal tetap bersih,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi.

BACA JUGA: Cegah DBD, UPT Puskesmas Tanjung Balai Buat Larvitrap dari Barang Bekas

Selain jumlah kasus yang meningkat, kata Rachmadi, pada bulan ini juga ada satu kasus kematian akibat DBD. Dan korbannya masih anak-anak. Dengan kondisi seperti ini, dia mengingatkan kepada para orang tua untuk selalu menjaga anaknya. Khususnya, jika memang anaknya mengalami demam tinggi, segera dibawa berobat ke Puskesmas.

”Jika ada anak mengalami demam tinggi, jangan tunggu-tunggu. Segera bawa berobat. Sehingga, bisa diketahui dengan cepat apa penyebab demamnya dan bisa langsung ditangani jika memang terjangkit DBD. Jangan sampai terlambat atau kondisi sudah fatal baru dibawa ke Puskesmas. Dikhawatirkan, bisa menyebabkan kematian,” jelasnya.

Untuk saat ini, lanjutnya, dari 31 kasus DBD, jumlah kasus paling banyak sementara di Kecamatan Meral dengan jumlah 11 kasus. Kemudian disusul Kecamatan Karimun 9 kasus, Kecamatan Tebing 8 kasus dan Kecamatan Kundur 3 kasus.

”Pada tahun lalu untuk jumlah kasus DBD sebanyak sebanyak 536 kasus. Kemudian, yang meninggal dunia 5 orang yang berasal dari Kecamatan Meral dan Moro masing-masing 2 kasus meninggal serta Kecamatan Karimun 1 kasus. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan pada 2020. Kita berharap tahun ini jumlah kasus meninggal jangan sampai lebih banyak dari tahun lalu,” harap Rachmadi. (*)

Reporter: Sandi