Pro Kepri

Dua Warga Tanjungpinang Jadi Korban Terbaliknya Kapal Pembawa TKI Ilegal di Perairan Malaysia

Kepolisian Kerajaan Malaysia saat mengevakuasi kapal pembawa 27 TKI yang terbaik di Teluk Ramunia, Sungai Rengit, Johor Bahru, Kamis (20/1) f . Kiriman Basarnas Tanjungpinang

batampos- Dua orang warga Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang menjadi korban terbaliknya kapal speed boat yang terjadi di wilayah perairan Malaysia, Kamis (20/1) kemarin.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 02 Rukun Warga (RW) Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang Kota, Ariansyah membenarkan dua perempuan yang jadi penumpang kapal itu merupakan warga RT 02 RW 01 inisial NT dan warga RT 03 RW 01 inisial FW. “Iya benar, dia tinggal di RT sebelah cuma data kartu keluarga (KK) nya di RT saya,” kata Ariansyah, Sabtu (22/1).

BACA JUGA: Dua Kapal Patroli Dikerahkan Pantau Pelabuhan Tikus di Perairan Kijang, Bintan

Ariansyah mengatakan yang meninggal itu adalah korban dengan inisial NT dengan usia sekitar 40 tahun. Dirinya baru menerima informasi pada Jumat (21/1) kemarin. “Saya tahunya sudah siang juga dari warga sekitar,” ujarnya.

Saat ini keluarga masih menunggu jenazah di rumah duka sembari menunggu informasi selanjutnya dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Tanjungpinang, Slamet Riyadi melalui Humas, Agung Satria mengatakan dalam kejadian itu pihaknya memang tidak melakukan aksi penyelamatan hanya membantu koordinasi sebab terjadi di luar wilayah kerjanya.

“Terkait warga mana yang menjadi korban dalam kecelakaan kapal kita tidak punya manifestnya, ada yang sebut itu warga Kampung Bugis, tapi dari kami tidak ada menerima laporan itu,” kata Agung, Sabtu (22/1).

Dijelaskan Agung, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak Malaysia, terdapat kapal speed boat terbalik di Teluk Ramunia, Sungai Rengit, Johor Bahru, Malaysia pada Kamis (20/1) kemarin sekitar pukul 03.50 dini hari yang membawa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 27 orang. Saat ini, sebanyak 19 dinyatakan selamat, 5 orang meninggal dunia dan 3 orang masih dalam pencarian.

“Kami sifatnya hanya mengetahui saja, karena kejadiannya jauh sehingga tidak bisa ikut campur terlalu jauh sebab sudah lintas negara. Kejadiannya sudah sangat dekat dengan Malaysia, sudah dekat ke bibir pantainya,” papar Agung.

Agung tidak mengetahui pasti penyebab terbaliknya kapal kayu itu, perkiraannya karena saat ini kondisi angin kencang di laut kemungkinan besar kejadian naas itu akibat dihantam ombak. “Kalau kondisi angin kencang seperti sekarang ini kemungkinan karena ombak,” tambahnya. (*)

Reporter : Peri Irawan

Berikut foto foto yang diterima redaksi dari keluarga fatmawati (korban  yang selamat)

kapal yang terbalik sudah ditarik ke pantai
Proses evakuasi korban
Proses pencarian korban
Penumpang yang berhasil diselamatkan petugas
Korban yang tewas menunggu diidentifikasi