Metropolis

Warga Batam, Sabar Ya Harga Telur Sebentar Lagi Normal

Telur Harga Pangan
Ilustrasi. Pedagang telur di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Harga beberapa jenis bahan pangan di Batam masih mahal. Jika dalam beberapa hari terakhir harga minyak goreng terkontrol turun karena ada intervensi pemerintah, lain halnya dengan komoditas lauk pauk seperti telur dan ayam potong.

Dua jenis makanan sumber protein tersebut masih dijual dengan harga cukup tinggi. Misalnya, harga telur ayam buras di pasaran Batam masih
dijual di kisaran harga Rp 50 ribu hingga Rp 56 ribu per papan isi 30 butir.

Padahal, sebelum Natal dan Tahun Baru lalu, harga telur per papan sekitar Rp 43 ribu hingga Rp 45 ribu per papan. Meski begitu, harga telur diprediksi melandai dalam beberapa hari ke depan.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Bapok) Kota Batam, Aryanto, menjelaskan, masih tingginya harga telurayam buras di pasaran Batam
saat ini karena modal pembelian sebelumnya yang masih tinggi.

Namun, sejak beberapa hari terakhir, harga telur disebutnya makin melandai.

”Sudah mulai berangsur turun. Tapi kenapa ada yang masih jual tinggi, karena menyesuaikan dengan modal lama, modal lama masih tinggi,” jelasnya kepada Batam Pos.

Ia juga memastikan, tingginya harga telur tak berkaitan dengan hari raya Imlek yang juga tinggal menghitung hari. Sebab, permintaan telur jelang Imlek tak sebesar dengan hari besar lainnya.

”Tak ada hubungan dengan Imlek, karena memang (harga tinggi) masih menyesuaikan harga,” tegas Aryanto.

Menurut dia, dalam beberapa hari terakhir, harga telur ayam buras dipastikan akan berangsur normal. Karena itu, masyarakat diminta lebih bersabar.

”Satu dua hari ini harga telur akan normal. Untuk stok telur di Batam juga aman,” sebutnya.

Pantauan Batam Pos di sejumlah swalayan di wilayah Batam Center dan Nongsa, harga telur ayam buras perpapan dijual Rp 50-56 ribu.
Sedangkan untuk per pak isi 10 butir, harga telur dijual Rp 17 ribu-20 ribu.

”Telur memang masih tinggi, namun dibanding beberapa hari lalu ini sudah turun,” ujar Sari, kasir salah satu swalayan di Batam Center.

Sementara itu, Tanti, warga Batam Center, mengeluhkan harga telur ayam buras yang masih tinggi. Ia bingung dengan harga telur yang masih tinggi, padahal Natal dan Tahun Baru yang dinilai turut menyebabkan harga telur tinggi telah lama berlalu.

”Biasanya tinggi tak sampai satu bulan, ini sudah lebih dari dua bulan, masih mahal,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap agar harga telur ayam buras bisa segera turun. Mengingat, sejumlah harga kebutuhan pangan masyarakat saat ini
serba mahal.

”Semua serba mahal, ayam, daging, ikan dan telur. Jadi berharap semua bisa turun, karena ini memberatkan kami yang berpenghasilan pas-pasan,” jelas Tanti.

Selain telur, harga ayam potong juga mahal. Di Pasar Melcem, Batuampar, ayam potong dijual Rp 38 ribu per kg.

”Iya, masih mahal,” ujar Izal, pedagang ayam di pasar tersebut.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Simalungung, Sumatra Utara, untuk memasok telur dan cabai ke Batam.

Sehingga dipastikan, awal Februari nanti, dua kebutuhan pokok ini akan murah.

Reporter: Yashinta