Pro Kepri

Miliki Emas masih jadi Primadona Warga untuk Investasi

Dayat ketika memperlihatkan perhiasan emas dari warga Tionghoa yang menjual untuk keperluan imlek.f.TRI HARYONO

batampos – Di awal tahun 2022 ini, transaksi jual beli emas di wilayah Karimun mulai mengeliat. Seiring dengan mulainya pemulihan ekonomi dengan ditandai, aktivitas masyarakat sudah dilonggarkan. Sehingga, berdampak terhadap transaksi jual beli emas itu sendiri.

” Alhamdulillah, awal tahun cukup lumayanlah ada yang jual ada juga yang beli emas sebagai investasi. Apabila dibandingkan, dua tahun lalu awal tahun ini lumayan ada kemajuan,” kata Dayat salah satu pemilik toko emas di kota Tanjung Balai Karimun, Senin (24/1).

BACA JUGA: Akhirnya, Pelaku Pencuri Emas Kembalikan Curian kepada Pemilik

Ditambahkan, kebetulan tidak lama lagi ada hari kebesaran Imlek. Banyak masyarakat Tionghoa yang menjual perhiasan, untuk keperluan Imlek. Rata-rata perhiasan emas yang dijual emas 23 karat atau emas 916, kenapa demikian perhiasan emas 23 karat disukai karena banyak fashion untuk dibikin.

Untuk harga emas sendiri, beli saat ini Rp835 ribu per batangan atau murni, sedangkan untuk jual sendiri Rp840 ribu jual per batangan sejak awal tahun ini. Sedangkan, pada akhir tahun 2021 lalu cukup tinggi dibandingkan sekarang.

” Anda bisa lihat sendiri, model fashionnya bisa berbagai bentuk. Baik itu gelang, kalung, cincin dan sebagainya. Kalau orang kita, biasanya mereka lebih memilih emas 24 karat karena selisih sedikit,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pedagang Emas Karimun (APEK) Jhon Vito Yunan mengungkapkan, pergerakan transaksi perhiasan emas yang sudah merangkak naik diakibatkan pergerakan ekonomi sudah membaik. Artinya, sektor ekonomi swasta yang mendominasi untuk berinvestasi dalam bentuk perhiasan emas.

” Nah, kesadaran masyarakat sekarang tidak terfokus dalam menabung di bank. Tapi, berinvestasi atau menabung dalam bentuk perhiasan emas. Hitung-hitung menabung, sambil berhias,” ucapnya.

Namun demikian, kata Jhon Vito lagi, pihaknya menghimbau kepada pedagang toko emas maupun masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan. Sebab, saat ini varian baru Onicorn sudah masih ke Indonesia. Sehingga, patut kita waspadai dan melanjutkan dengan vaksinasi berikutnya.

” Paling penting protokol kesehatan tetap jalan. Kalau bukan dari kita sendiri, siapa lagi ingat varian baru Onicorn ini penyebarannya cukup cepat dari Covid-19,” pesannya.

Pantauan dilapangan, terlihat para konsumen sedang melakukan transaksi jual beli perhiasan emas. Mulai dari menjual perhiasan, perbaikan perhiasan, tukar tambah, hingga memperbaiki perhiasan yang patah. (*)

Reporter : TRI HARYONO