Pro Kepri

Akhirnya Indonesia-Singapura Sepakat Ruang Udara Wilayah Kepulauan Riau dan Natuna di Bawah Lingkup FIR Jakarta

batampos- Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati kerja sama bilateral di berbagai bidang, utamanya persetujuan flight information region (FIR) atau ruang udara Indonesia di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) yang selama ini dikuasai Singapura, kini sudah di bawah kendali Indonesia.

Kesepakatan kerja sama ini tercetus setelah pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong di Kawasan Wisata Bintan Resort Lagoi, Bintan, Selasa (25/1).

BACA JUGA: TVRI ‘Mengudara’ dari Kepri

Dalam keterangan pers yang dikutip melalui kanal resmi youtube Sekretariat Presiden, Jokowi menyampaikan, perjanjian FIR telah ditandatangani.

Maka, kata Jokowi, ruang lingkup FIR Jakarta akan melingkupi seluruh wilayah udara teritorial Indonesia terutama di perairan sekitar Kepulauan Riau (Kepri) dan Kepulauan Natuna.

Perjanjian lainnya terkait ekstradisi yang baru ditandatangani kedua belah negara. Indonesia dan Singapura menyepakati bahwa perjanjian ekstradisi diperpanjang masa aktifnya menjadi 18 tahun dari sebelumnya 15 tahun sesuai pasal 78 KUHP.

Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong bertemu di Lagoi, Bintan, Selasa (25/1). F. Muchlis Jr, Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Berbagai kesepakatan lain pun ditandatangani kedua belah negara dalam upaya penguatan kerja sama pemulihan ekonomi kedua negara. Dalam keterangan persnya, Jokowi menyebut, Singapura merupakan investasi terbesar di Indonesia.

Tercatat mulai Januari hingga September, investasi yang sudah ditanamkan Singapura di Indonesia sekira 7,3 miliar US Dollar.

Kini, Jokowi menyebut, ada investasi baru senilai 9,2 miliar US Dolar, antara lain kerja sama di bidang energi baru terbarukan di sekitar Batam serta Pulau Sumba, dan Mangarai Barat, NTT. “Serta pembangunan hub logistik di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, investasi di bidang energi dan energi terbarukan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam rangka memajukan ekonomi hijau dan berkelanjutan.

“Untuk mendukung iklim investasi hijau dalam rangkaian pertemuan ini telah ditandatangani MoU kerja sama energi, MoU kerja sama green and circular ekonomy development,” katanya.

Selain itu, lanjut Jokowi, guna terus menjaga stabilitas finansial dan moniter untuk mendukung pemulihan ekonomi, Indonesia dan Singapura telah menandatangani beberapa kerja sama antara lain memorandum of understanding (MoU) kerja sama keuangan..

“Dan pada November 2021 kerja sama local currency bilateral sword agreement dan bilateral repolain telah diperpanjang satu tahun,” ujar Jokowi.

Masih dalam keterangan persnya, Jokowi juga berharap agar mou antara bank sentral terkait inovasi pembayaran, anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme dapat segera ditandatangani.

Selain itu guna mendukung mobilitas manusia yang aman, kedua negara saat ini sedang memfinalisasi kerja sama pengakuan vaksin dan penyelarasan interperabilitas platform pelacakan dan perlindungan yang dimiliki kedua negara.

Mantan Gubernur DKI ini juga menyambut kerja sama di bidang politik, hukum dan keamanan dengan tercapainya sejumlah kesepakatan antara kedua negara.

“Pernyataan bersama menteri pertahanan kedua negara tentang komitmen untuk memberlakukan perjanjian kerja sama pertahanan,” kata Jokowi.

Ke depan diharapkan, kerja sama penegakkan hukum, keselamatan penerbangan, dan pertahanan keamanan kedua negara dapat terus diperkuat berdasarkan prinsip saling menguntungkan.

Kerja sama lainnya yang juga disepakati terkait kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kerja sama di bidang sumber daya manusi ini telah menjadi komitmen kedua negara sejak beberapa tahun yang lalu,” katanya.

Ke depan, Jokowi menyebut, pada tahun 2022 akan dilakukan pelatihan SDM antara Singapura dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam rangka penguatan kapasitas di bidang hub industri 4.0.

“Kerja sama seperti ini dapat dikembangkan lebih lanjut di berbagai daerah,” harap Jokowi.

Untuk skala lebih besar, Jokowi menyambut baik rencana penandatanganan MoU human capital partnership arangement.

Menurutnya, kerja sama ini akan memperkuat kerja sama riset dan lembagaan serta pertukaran mahasiswa dalam rangka memperkokoh konsep kampus merdeka di Indonesia.

Di akhir – akhir keterangan persnya, Jokowi menyebut, dirinya dan PM Singapura Lee Hsien Loong juga melakukan tukar pandangan mengenai beberapa isu kawasan.

“Indoneaia dan Singapura memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya memperkuat kesatuan, cara kerja dan lembagaan Asean agar Asean siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” kata Jokowi.

Di kesempatan itu, Jokowi menyinggung masalah yang dihadapi Myanmar. Indonesia, kata Jokowi, prihatin melihat perkembamgan situasi di Myanmar. “Indonesia dan Singapura memiliki pandangan yang sama. Keputusan Asean di tingkat tinggi yang harus dihormati oleh semua,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyebut, Indonesia dan Singapura sepakat keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar terus menjadi perhatian utama.

Oleh karena itu, kata Jokowi, bantuan kemanusian perlu terus didorong dan diberikan tanpa diskriminasi.

“Saya juga menyampaikan pentingnya mengenai penguatan kelembagaan Asean agar Asean lebih tangguh dan mampu merespon berbagai tantangan di masa yang akan datang,” tukas Jokowi.

Sementara itu, dalam sambutannya PM Lee menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas sambutan yang baik. “Kami senang berada di sini dan bertemu Presiden Jokowi dan para menteri,” ucap PM Lee.

Pertemuan ini, ucap PM Lee, harusnya diadakan setiap tahun. “Namun karena pandemi, kita bertemu setelah dua tahun,” ujar PM Lee. (*)

 

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO