Ekonomi & Bisnis

Bangun Rumah Khusus, Kementerian PUPR Gunakan Teknologi 3D Printing

ILUSTRASI: Contoh rumah hunian yang dibangun menggunakan konsep teknologi 3D printing. F. PU.GO.ID

batampos – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk di bidang jasa konstruksi. Salah satunya, teknologi 3D printing untuk pembangunan rumah seiring dengan adanya era industri 4.0.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, revolusi industri 4.0 di bidang jasa konstruksi memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, industri 4.0 bukan hanya instrumen, namun perlu diimbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.

“Pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur, bukan sekedar ikut-ikutan atau mengikuti tren sesaat,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (24/1).

Sementara, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, mengatakan, pihaknya tahun ini akan menerapkan pembangunan rumah khusus (Rusus) dengan metode digital.

“Pada tahun 2021 Kementerian PUPR bersama mitra terkait, telah menguji coba pembangunan uji coba 3D printing rumah tapak di Jogjakarta, 12-31 Januari 2021, dan pada tahun 2022 ini akan diterapkan dalam pembangunan rumah khusus,” tuturnya.

Iwan menyebut, hal itu sesuai dengan prioritas pemerintah lima tahun ke depan terkait pembangunan SDM, pembangunan insfrastruktur, penyederhaan regulasi, birokrasi, dan transformasi ekonomi. Hal itu sekaligus menjadi terobosan dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA: Investasi Properti Diminati Usia Muda

“Serta mendorong pengembangan skema pembiayaan kreatif, pengembangan SDM, penyelesaian tugas khusus, dan dukungan terhadap mitigasi bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Iwan.

Iwan menambahkan, dalam penyelenggaraan program pembangunan infrastruktur hingga tahun 2024 mendatang, PUPR telah menargetkan melalui beberapa program. Diantaranya, pada sektor perumahan menargetkan pembangunan 51.340 unit rumah susun, 10.000 unit rumah khusus, 813.660 unit rumah swadaya, dan 262.345 unit PSU perumahan.

Selanjutnya, Direktorat Jenderal Perumahan akan mengevaluasi bahwa pembangunan perumahan tidak hanya satu juta rumah namun bisa melebihi yakni sekitar 1,5 hingga 2 juta rumah per tahun. “Hal itu dikarenakan menyesuaikan dengan backlog yang terus bertambah per tahunnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group