Pro Kepri

Cuaca Kering mulai Melanda Pulau Bintan

ilustrasi: Prakiraan pergerakan angin yang dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (BMKG/Antara)

batampos– Badan Meteorolog Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang memprediksi selama satu bulan ke depan Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan akan menghadapi cuaca kering. Kondisi itu disebabkan menurunnya intensitas hujan di Pulau Bintan dan sekitarnya.

BACA JUGA: Warga Bintan Diminta Waspada Perubahan Cuaca di Awal Tahun

Prakirawan BMKG Kota Tanjungpinang, Miranda menjelaskan kondisi cuaca kering di Pulau Bintan tersebut akan berlangsung mulai pada akhir Januari dan akan mencapai puncaknya pada Februari mendatang

“Januari ini sudah mulai berkurang intensitas hujannya, dan puncaknya nanti akan terjadi pada Februari,” kata Miranda, Jumat (28/1).

Menurut Miranda wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan merupakan zona non musim, sehingga dalam setahun dapat terjadi dua kali puncak curah hujan tinggi, yakni pada April dan November. Sementara untuk bulan Februari merupakan puncak terjadinya cuaca kering.

“Jadi dari akhir Januari akan ada pengurangan curah hujan hingga puncaknya di Februari, namun pada Maret akan mulai turun hujan kembali dengan intensitas ringan dan mencapai puncak musim hujan,” paparnya.

Dikatakannya, terakhir kali hujan turun di Kota Tanjungpinang pada Rabu (19/1) dengan intensitas ringan dan bersifat lokal. Sementara untuk hujan dengan intensitas lebat, terjadi terakhir kali pada Desember lalu.

Cuaca kering saat ini, lebih berpotensi terjadinya titik panas di sejumlah lokasi dan titik panas ini juga dapat menimbulkan potensi kebakaran hutan dan lahan karena kondisi cuaca yang hangat serta angin yang bertiup cukup kencang belakangan ini.

“Dihimbau kepada masyarakat untuk tidak menyalakan api atau sumber api sembarangan karena dapat memicu timbulnya kebakaran lahan,” ucapnya. (*)

Reporter : Peri Irawan