Metropolis

Anggaran Terbatas, Pengerjaan Sejumlah Proyek Fisik di Batam Ditunda

Pelebaran Jalan Kawasan Hotel Harmoni One ff Iman Wachyudi
Pelebaran jalan di depan Hotel Harmoni One Batam Centre. F.Iman-Wachyudi

batampos – Sejumlah proyek fisik di Batam dipastikan ditunda pelaksanaanya. Hal ini karena keterbatasan anggaran dan belum maksimalnya capaian pendapatan daerah, baik dari Pemko Batam maupun BP Batam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi harus mengakui mendekati triwulan kedua di tahun ini, capaian pendapatan asli daerah dan investasi belum maksimal. Sehingga berdampak terhadap beberapa proyek yang sudah direncanakan dari tahun lalu.

“Masih dilihat proyek apa saja yang harus ditunda pelaksanaannya. Karena memang uangnya tidak ada. Jadi ada beberapa yang terpaksa kami tunda. Mudah-mudahan tahun depan lah dilanjutkan lagi,” kata dia, Selasa (10/5).

Rudi mengatakan akan menggelar rapat terkait kelanjutan proyek fisik dengan dinas terkait. Kendati anggaran terbatas, ia akan memprioritaskan proyek fisik yang dinilai penting untuk dilanjutkan. Sedangkan untuk yang lainnya bisa menunggu hingga semester kedua tahun ini.

“Untuk capaian semester pertama kan belum tahu ini. Mudah-mudahan bisa maksimal, karena pariwisata mulai bergerak kembali. Dan diharapkan ada sumbangan yang cukup besar untuk PAD, sehingga penundaan bisa diminimalisir,” sebutnya.

Untuk BP Batam saat ini pengerjaan masih berlanjut seperti yang terlihat di depan Hotel Harmoni One, Batamcenter. Pekerjaan sudah berjalan dan diharapkan pelebaran dan penataan jalan bisa selesai tahun ini.

Menurutnya, akses jalan ini memberikan dampak terhadap investasi. Pelebaran jalan lima lajur akan diupayakan hingga ke arah bandara nantinya. Pengerjaan dilakukan bertahap, hal ini melihat ketersediaan anggaran tentunya.

“Saya masih upayakan agar investasi di Batam bisa terus meningkat. Jadi untuk menarik investor kami harus siapkan infrastruktur pendukung. Kalau semua bagus, pasti mereka mau investasi di sini,” sebutnya.

Ia menyebutkan dua fokus utama menjelang akhir tahun nanti adalah investasi dan pariwisata. Kedua hal ini diharapkan bisa tumbuh positif mengikuti pemilihan pasca Covid-19.

Untuk meningkatkan pariwisata, ke depan ia akan melelang ulang pengelola pelabuhan internasional. Hal ini guna meningkatkan pelayanan dan infrastruktur yang bisa membuat wisman nyaman ketika tiba di Batam.

“Investasi terus berjalan, saya juga berusaha agar angka investasi bisa terus memperlihatkan tren positif. Kalau pariwisata mudah-mudahan dengan mulai banyaknya wisman yang datang, akan membaik secara perlahan.

Untuk itu, agar pembangunan bisa maksimal, maka dibutuhkan investasi dan capaian PAD yang maksimal. Tahun ini diharapkan Covid-19 bisa selesai. Sehingga tahun depan Batam lebih baik dan semakin lebih baik dalam penataan kota.

“Kalau sekarang belum semua proyek jalan, semoga tahun depan bisa lebih banyak yang direalisasikan,” imbuh Kepala BP Batam ini. (*)

 

Reporter : YULITAVIA