Nasional

Ucok Durian Bikin Dua Presiden Kesengsem

Tumpukan durin sedang dipilih pelanggan di Ucok Durian, Medan. Bahkan, Presiden SBY dan Presiden Jokowi pernah mampir untuk menikmati kelezatan si raja buah itu. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Ucok Durian menjadi ikon Kota Medan yang tersohor. Dua presiden RI pernah menyantap durian di kedai tersebut. Yakni, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo. Ketimbang SBY, Jokowi lebih lahap makan durian.

AGUS DWI PRASETYO, Medan

TAK lengkap rasanya berkunjung ke Medan jika belum mampir ke Ucok Durian. Kira-kira begitu pesan tersurat dari plakat yang terpacak di salah satu sisi kedai tersebut. Lapak durian milik Zainal Abidin Chaniago alias Ucok itu memang menjadi ikon kuliner Medan sejak lama. Hampir setiap hari, ribuan durian lokal ludes terjual di sentra durian tersebut.

Kedai itu berada di Jalan KH Wahid Hasyim No 68, Babura, Kecamatan Medan Baru. Saat Jawa Pos menyambangi lapak tersebut, Ucok terlihat sibuk meladeni pelanggan. Dia memastikan durian yang disajikan kepada pembeli memenuhi standar yang diterapkan. Kalau tidak sesuai dengan selera, pembeli bisa minta ganti dengan durian baru.

Sistem garansi itu membuat kedai durian Ucok tersebut tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi, Ucok Durian meladeni pelanggan 24 jam. Pada akhir pekan, lalu lintas pengunjung naik dua kali lipat. Kebanyakan datang dari luar kota.

Tak sedikit di antara mereka yang membeli durian sebagai buah tangan. Kalau sudah begitu, daging durian dikemas rapat-rapat dalam kotak plastik kedap udara agar mudah dibawa.

Foto Jokowi saat berkunjung ke Durian Ucok menghiasi dinding kedai. Ada foto SBY juga dalam satu bingkai. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Sejak 1985 atau 37 tahun lalu, Ucok menjadi penjual durian. Awalnya, Ucok membuka lapak kaki lima di trotoar. Dari pedagang kecil, Ucok lantas membuka kedai durian berskala lebih besar dan representatif. Dan, Ucok betul-betul selektif dengan kualitas durian yang disajikan kepada pelanggan. ”Perjuangannya cukup lama. Baru sepuluh tahun ini saya merasakan enak jualan durian,” kata Ucok kepada Jawa Pos.

Sebetulnya durian di kedai itu tidak jauh berbeda dengan durian di lapak lain. Hanya, Ucok selalu menyortir dengan ketat durian-durian yang dibeli dari petani. Dari tahap penyortiran itu, hanya durian terbaik yang disajikan kepada pembeli. Prinsip jualan yang sederhana itulah yang membuat pengunjung percaya pada kualitas durian Ucok.

Di kedai tersebut, dua kepala negara pernah berkunjung untuk menyantap durian. Yang pertama, Presiden Keenam RI SBY. Presiden dua periode itu mencicipi durian di Ucok Durian bersama keluarga saat kunjungan ke Sumatera Utara (Sumut) sedekade silam.

Kemudian, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ucok ingat betul, Jokowi bertandang ke kedainya saat acara pesta pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu. Kahiyang menikah dengan Bobby Nasution pada 2017. Bobby merupakan putra daerah Medan dan kini menjabat wali kota Medan untuk periode 2021–2024.

Seingat Ucok, ada sekitar 20 orang dalam rombongan keluarga Jokowi yang menyantap durian. Dan, total ada 100 glundung durian yang dipesan. Kala itu Ucok menyajikan durian lokal. Salah satunya berasal dari daerah Sidikalang. Durian itu menjadi andalan di kedai tersebut. Dan, durian Sidikalang memang paling banyak diburu pengunjung. ”Bapak (Jokowi) puas. Habis banyak, lebih dari satu (durian),” kenang Ucok.

MANTAP: Durian Ucok menawarkan beragam varian durian yang semuanya istimewa. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Soal varian rasa, durian Sidikalang sebetulnya tidak jauh berbeda dengan durian dari daerah lain. Ada yang manis, manis pahit, dan pahit. Ada pula yang legit dan sedikit berlemak. Yang membuat unik, durian yang satu itu konon tidak cocok ditanam di daerah lain. Karena itulah, durian Sidikalang tidak bisa disamakan dengan durian daerah lain.

Ketimbang SBY, kata Ucok, Jokowi lebih lahap menyantap durian. Namun, pengamanan sama saja. Kedai tersebut dijaga Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ketika SBY maupun Jokowi menyantap durian. ”Kalau pengawalan sebenarnya nggak ketat-ketat sekali, pengunjung lain boleh makan (di kedai, Red),” tuturnya.

Foto kunjungan dua presiden itu menghiasi dinding kedai. Ucok memajangnya tepat di sisi tengah kedai. Dengan begitu, pengunjung yang datang bisa melihat langsung foto-foto tersebut. ”Rasanya bangga dikunjungi orang nomor satu di Indonesia. Apalagi, sampai dua presiden pernah berkunjung ke sini dan mau duduk sama-sama dengan kita,” kata Ucok.

Selain SBY dan Jokowi, sederet tokoh papan atas juga pernah berkunjung ke Ucok Durian. Di antaranya, pengacara kondang dan figur publik Hotman Paris Hutapea, Ustad Abdul Somad (UAS), dan Das’ad Latif. Bukan hanya itu, beberapa politikus juga mampir ke kedai tersebut. Misalnya, Arteria Dahlan dan Fahri Hamzah.

Abuzar Mandai, pegawai Ucok Durian, mengungkapkan bahwa Jokowi sejatinya nyaris dua kali berkunjung. Namun, niat itu urung terealisasi lantaran kiriman durian dari daerah belum tiba. Karena Ucok Durian tidak berani menjamin waktu tiba, rencana kunjungan itu pun batal. ”Kami diinformasikan pak presiden mau datang pukul lima sore, tapi kami nggak berani jamin durian sampai pukul 5,” ungkap Abuzar.

MANTAP: Durian Ucok menawarkan beragam varian durian yang semuanya istimewa. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Singkat cerita, rombongan Jokowi lantas memilih kedai durian lain. Dan, di luar dugaan, ketika Jokowi sudah menyantap durian di kedai lain, saat bersamaan kiriman durian dari daerah tiba di kedai Ucok. ”Kami nggak jual dulu, selesai pak presiden makan, baru kami bongkar. Biar tidak dianggap sengaja menolak kunjungan,” papar pria 63 tahun tersebut.

Bisnis durian sangat bergantung pada musim. Ketika musim panen, tidak sulit mendapatkan duren. Sebaliknya, ketika belum panen, durian agak sulit didapatkan. Di kedai Ucok, kiriman durian berasal dari berbagai daerah di Sumut dan Aceh. Untuk di Sumut, durian biasanya disuplai dari Sidikalang, Sibolga, dan Tapanuli Selatan.

”Durian itu nggak bisa buat besok, jadi harus habis di hari itu juga,” terang pria yang bertugas sebagai admin tersebut. Ucok Durian lantas menjual durian yang tidak laku pada hari itu kepada beberapa pemilik usaha olahan durian. Misalnya, dodol, es krim, dan martabak. Usaha jajanan itu bertebaran di Kota Medan.

Ucok Durian juga selektif merekrut pegawai harian. ”Bisnis durian itu bergantung kepada pedagangnya. Kalau pedagangnya nggak peduli terhadap konsumen, ya sulit berkembang,” tandasnya.