Nasional

97,2 Persen Calon Jamaah Haji Sudah Penuhi Syarat Vaksinasi Covid-19

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Dipta Wahyu/JawaPos)

batampos – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama telah mengumumkan nama jamaah haji reguler yang berhak berangkat tahun 1443 H/2022 M. Dari nama-nama tersebut, 97,2 persen diketahui telah memenuhi syarat vaksinasi Covid-19 minimal 2 dosis.

Meski capaian sudah tinggi, Dirjen PHU Hilman Latief tetap meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat dan mensosialisasikan pemberian vaksin kepada jemaah haji. Sehingga, seluruh jamaah haji dipastikan bisa berangkat sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi. ”Kemenkes bisa mempercepat pemberian vaksin dosis lengkap kepada jemaah,” ungkap Hilman dalam keterangan resminya, kemarin (10/5).

Selain vaksin, Kemenkes juga diminta menyusun skenario tes PCR bagi para jamaah. Mengingat, jamaah wajib negatif Covid-19 72 jam sebelum bertolak ke Saudi. ”Sehingga saat keberangkatan ke Tanah Suci sudah clear,” tegasnya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Budi Sylvana menyanggupi. Namun, dia meminta agar dibuatkan surat edaran (SE) pemberian vaksin Covid-19 dan meningitis kepada jemaah haji. Sebab, jamaah haji sering meminta ditunjukkan apakah ada surat edaran dari Kemenag terkait pemberian vaksin tersebut.

Berdasarkan data Puskeshaji, capaian vaksinasi Covid-19 calon jamaah haji untuk dosis lengkap sebanyak 89.685 jamaah atau sudah 97,2 persen. Kendati demikian, Budi mengaku, pihaknya akan melakukan akselerasi cepat sehingga sisa 2,8 persen yang tersisa bisa segera mendapat vaksin yang disyaratkan. ”Setelah pelunasan, seluruh jamaah harus sudah mendapatkan full vaccinated, minimum 2 dosis. Petugas kesehatan terus mendorong jamaah segera melengkapinya,” katanya dikonfirmasi, kemarin (10/5).

Selain itu, Kemenag dan Kemenkes juga telah menyepakati vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu syarat penerbitan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) bagi jamaah haji. Hal ini diharapkan bisa membuat calon jamaah haji yang belum vaksin segera melengkapi vaksinasinya.

Selain vaksinasi, Puskes Haji pun telah mengidentifikasi calon jamaah haji dengan risiko tinggi (risti). Hingga saat ini, setidaknya ada 56 persen yang terdeteksi perlu mendapat perhatian khusus pada saat melakukan ibadah haji. Kondisi ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana jumlah jamaah risti lebih banyak dari pada non risti.

Melihat jumlah yang cukup besar, pihaknya pun sudah melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan selama melaksanakan ibadah haji. “Salah satunya agar tidak melakukan aktivitas ibadah/fisik yang berlebihan. Aktifitas fisik yang dilakukan dengan tetap memperhatikan kemampuan fisik jamaah untuk mencegah kelelahan,” ungkapnya.

Diakuinya, akan banyak jamaah yang justru berpikir untuk beribadah sebanyak-banyaknya mengingat sedang di Tanah Suci. Sehingga, imbauan tersebut bisa saja kurang diperhatikan. Karenanya, dia telah mewanti-wanti agar para petugas kesehatan tak lelah untuk terus mengeduksi dan mengingatkan jamaah nantinya. ”Mottonya adalah educate, educate, & educate,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group