Metropolis

BMKG: Suhu Panas hingga Pertengahan Mei

Cuaca Panas Terik Dalil Harahap8
Ilustarsi. Warga Batam berpayung karena cuaca yang panas. BMKG memprakirakan suhu panas di Kota Batam diprediksi akan terus terjadi hingga pertengahan Mei mendatang Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Suhu panas di Kota Batam diprediksi akan terus terjadi hingga pertengahan Mei mendatang.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim, Suratman, mengatakan, suhu udara beberapa hari ini lebih panas dibanding biasanya.

Namun kata dia, suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia khususnya Kepri, bukan fenomena gelombang panas.

”Memang lebih panas dari biasa, suhu tertinggi terdeteksi 33,4 derajat celcius. Suhu panas lebih disebabkan oleh pertumbuhan awan yang

sedikit, sehingga pantulan matahari langsung ke bumi. Bukan karena fenomena atau pengaruh cuaca ekstrem dari negara luar,” terang Suratman.

Ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh.

Terutama, bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari dan juga warga yang akan melaksanakan perjalanan supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan dan dampak buruk lainnya.

”Kami imbau untuk tetap memperbanyak cairan tubuh, sehingga tidak dehidrasi,” katanya.

Ia juga menjelaskan jika suhu panas di Kepri akan berlangsung hingga pertengahan Mei. Meski begitu, potensi hujan turun di wilayah Kepri

cukup tinggi. Bahkan, beberapa daerah Kepri kerap turun hujan meski dengan intensitas lokal.

”Kami perkirakan kondisi ini (suhu panas,red) sampai pertengahan Mei,” jelasnya.

Dian, warga Batam Center, mengaku merasakan perbedaan suhu panas udara sejak empat hari terakhir. Saking panasnya, suhu pendingin udara di rumahnya disetel paling rendah.

”Saya pikir AC (pendingin udara) yang rusak, ternyata memang cuaca lagi panas banget. Padahal, sudah setel paling rendah yakni 16 derajat Celcius,” ujar Dian.

Menurut dia, cuaca panas juga membuat pakaiannya yang sedang dijemur cepat kering. Padahal, ia baru menjemur sekitar satu jam.

”Biasanya butuh 2-4 jam jemuran bisa kering. Kalau sekarang tak sampai setengah jam sudah kering,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Novi, warga Nongsa. Ia mengaku harus mengonsumsi air putih lebih banyak dari biasanya. Ia mengaku cepat haus meski tak beraktivitas di luar ruangan.

”Di dalam rumah saja sudah terasa dehidrasinya, apalagi di luar ruangan,” ujar Novi.

Gelombang panas atau dikenal dengan heatwave menurut World Meteorological Organization (WMO) adalah fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut.

Dimana, suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat celcius atau lebih. Fenomena gelombang panas

ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah.

Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas atau terik dalam skala variabilitas harian.

Reporter: Yashinta