Metropolis

Dugaan Skimming Nasabah Bank Riau Kepri, Kerugian Mencapai Rp 800 Juta

Bank Riau Kepri 1 F Cecep Mulyana scaled e1652263538940
Dua orang nasabah keluar dari ATM Bank Riau Kepri yang terletak di kantor Bank Riau Kepri cabang Batam, Selasa (10/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Bank Riau Kepri melaporkan dugaan kasus skimming ke Mapolda Kepri, Rabu (11/5). Ada 3 orang perwakilan dari Bank Riau Kepri yang melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polda Kepri.

Terkait pelaporan ini, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt membenarkannya. “Laporan resmi baru hari ini, atas dugaan kasus skimming di beberapa ATM,” kata Harry, Rabu (11/5).

Laporan ini nantinya akan diteruskan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri. Harry menyebutkan selain melaporkan dugaan skimming ini. Pihak Bank Riau Kepri juga menyertaan data hasil investigasi internalnya.

“Hasil investigasi ini menjadi alat bukti awal dalam laporan tersebut dan ditelaah oleh para penyidik,” ungkap Harry.

Harry menjelaskan dari laporan hasil investigasi pihak Bank Riau Kepri, kerugian akibat kasus skimming ini mencapai Rp 800 juta. “Laporan sementara itu, baru segitu. Tapi tidak ada berapa nasabahnya,” ungkap Harry.

Selain itu, pihak Bank Riau Kepri juga menyerahkan hasil rekaman CCTv serta dua alat skimmer yang digunaan para pelaku.

Dugaan skimming ini baru diketahui saat dua pegawai Bank Riau Kepri, Arya dan Sucipto yang melakukan pengecekan rutin ke kawasan PriMart, Tibancenter, Minggu (1/5). Saat pengecekan itu ditemukan dua alat skimmer yang diduga sudah ditanam pelaku beberapa hari sebelumnya.

Usai penemuan alat skimmer itu, pihak Bank Riau Kepri melakukan pengecekan menyeluruh di seluruh ATM milik Bank Riau Kepri. “Hasil pemeriksaan internal Bank Riau Kepri, alat skimmer juga dipasang di mesin ATM yang ada di HBC Plaza, Sekupang dan Jodoh Center,” ungkap Harry. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA