Metropolis

Ekonomi Kepri Tumbuh 2,83 Persen

Galangan Kapal Dalil Harahap
Ilustrasi: Industri galangan kapal di Batam

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat perkembangan ekonomi Kepri pada triwulan I tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 2,83 persen.

Kepala BPS Provinsi Kepri, Darwis Sitorus menjelaskan, jika dibandingkan dengan triwulan I tahun sebelumnya, kondisi ini justru lebih baik karena tahun 2021 mengalami kontraksi sebesar -1,19 persen.

“Jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun sebelumnya juga menurun sebesar 3,41 persen karena puncak produksi biasa terjadi pada triwulan III dan IV,” kata Darwis, Selasa (10/5).

Sejak 2018, dijelaskan Darwis, setiap triwulan I kerap terjadi perlambatan ekonomi, ditambah pandemi covid-19 yang mulai mewabah sejak awal 2020. Pertumbuhan ekonomi paling rendah terjadi pada triwulan I tahun 2021 yaitu -1,19 persen.

“Tapi triwulan pertama tahun 2022 ini kembali meningkat drastis mencapai 2,83 persen,” paparnya.

Darwis memaparkan, sejumlah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan pertama, yaitu rata-rata Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi sebesar 107,73.

Inflasi tertinggi terjadi pada Maret 2022 yaitu sebesar 0,68 persen, kemudian Inflasi tahun kalender dari Januari ke Maret 2022 sebesar 0,95 persen, serta Inflasi tahun ke tahun sebesar 3,24 persen.

“Kondisi inflasi ini sangat terjaga dan berpengaruh terhadap perekonomian di Kepri,” paparnya.

Faktor lain, lanjut Darwis adalah terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan udara sebesar 44 persen dan penumpang angkutan laut sebesar 18,78 persen.

Selanjutnya, penurunan belanja pegawai APBD sebesar -16,82 persen pada triwulan I tahun 2022 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2021.

“Penurunan itu juga terjadi pada belanja pegawai APBN sebesar -20,44 persen, dan belanja barang dan jasa -29,75 persen,” sebutnya.

Ekspor barang juga menjadi pemicu perbaikan ekonomi Kepri, dibandingkan triwulan I tahun 2021, saat ini naik sebesar 12,63 persen, dengan total ekspor kumulatif bulan Januari hingga Maret 2022 sebesar US$ 4.493,03 juta atau naik sebesar 22,11 persen.

“Dibanding total ekspor kumulatif Januari sampai Maret 2021 totalnya US$ 3.679,59 juta,” tambahnya. (*)

 

 

Reporter: Feri Irawan