Metropolis

Harga Minyak Goreng Diprediksi Turun Pekan Depan

Minyak Goreng 1 F Cecep Mulyana 1
Ilustrasi. Seorang warga Batam melihat harga minyak goreng di salah satu swalayan. Harga minyak goreng diprediksi akan segera turun paling lambat pekan depan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Harga minyak goreng diprediksi akan segera turun. Hal itu berdasarkan turunnya harga bahan baku minyak goreng yakni sawit dan larangan ekspor minyak dari Indonesia ke luar negeri.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok, Aryanto, tak menampik kemungkinan besar harga minyak goreng akan turun. Bahkan, ia memprediksi harga minyak goreng ini akan turun pada pekan depan.

”Dari sisi bisnis saya melihat, besar kemungkinan minyak goreng turun harga. Kemungkinan minggu depan sudah turun, sebab minggu ini masih penyesuaian pasca libur lebaran,” ujarnya.

Dari sisi bisnis, menurut Aryanto, lebih dipengaruhi bahan baku minyak goreng yakni sawit turun drastis dibanding dua bulan lalu. Ditambah, adanya larangan ekspor minyak goreng.

Sehingga, pabrik yang telah memproduksi minyak goreng dalam jumlah banyak, diperkirakan akan menurunkan harga, sebab pangsa pasar hanya di wilayah Indonesia saja.

”Harga minyak goreng naik, karena kemarin bahan bakunya juga tinggi. Sekarang, ekspor keluar negeri tak bisa, otomatis pabrik yang telah memproduksi banyak akan menurunkan harga,” jelas Aryanto.

Namun, ia belum bisa memprediksi untuk harga minyak goreng turun hingga di angka berapa. Tapi, ia memastikan prediksinya tersebut tak akan melenceng.

”Berapa turunnya, itu yang belum kami tahu. Namun saya yakin akan turun,” ujar Aryanto.

Disinggung harga minyak goreng saat ini, menurut Aryanto, masih sama seperti sebelum Lebaran. Karena, memang belum ada informasi pasti mengenai minyak goreng.

”Untuk saat ini harga minyak goreng masih sama, belum turun,” imbuhnya.

Sementara, pantauan Batam Pos di beberapa swalayan untuk beberapa merek minyak goreng nasional seperti Filma, juga sudah turun harga.

Dari yang sebelumnya Rp 45 ribu per 2 liter, saat ini dijual di minimarket kawasan Nongsa Rp 42 ribu.

Sedangkan untuk beberapa merek lainnya terpantau masih dengan harga tinggi. Lidia, warga Nongsa, menyambut baik adanya informasi akan ada penurunan harga minyak goreng.

Ia berharap, harga minyak goreng bisa kembali normal yakni hingga Rp 18-22 ribu untuk isi 2 liter.

”Senang banget pastinya, semoga informasi itu benar. Harga minyak goreng bisa kembali normal,” pungkasnya.(*)

Reporter: Yashinta