Metropolis

Ini Jadwal Pembukaan PPDB Tingkat SD dan SMP di Batam

Sekolah pendidikan
Ilustrasi. Salah seorang siswa SD di Kota Batam sedang mengecek suhu tubuhnya sebelum masuk ke sekolahnya. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Batam (PPDB) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dibuka pada 6-10 Juni mendatang.

Sedangkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dibuka 13-17 Juni mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan, jadwal pendaftaran memang dibuat terpisah. Hal ini bertujuan mengurangi gangguan saat pendaftaran siswa melalui website.

Untuk mainland lanjutnya, pendaftaran dibuka online, sedangkan hinterland manual atau tatap muka.

”Hinterland terkendala jaringan, dan jumlah pesertanya tidak sebanyak yang di kota. Makanya mereka luring (manual) saja pendaftarannya,”
kata Hendri.

Hendri menjelaskan, untuk jalur zonasi tingkat SD tersedia 80 persen dari kuota masing-masing sekolah,afirmasi 15 persen, dan perpindahan orangtua 5 persen.

Orangtua nantinya bisa mendaftarkan anaknya di dua sekolah terdekat dengan tempat tinggal.

Sedangkan untuk jenjang SMP, untuk zonasi tersedia 50 persen dari kuota, prestasi 30 persen, afirmasi 15 persen, dan perpindahan orangtua 5 persen.

Sama halnya dengan tingkat SD, peserta didik bisa memilih dua sekolah terdekat dengan sekolah, atau memiliki sekolah di luar zonasi dengan memilih jalur prestasi.

”Nanti semua akan diseleksi. Tentu sekolah akan mengutamakan mereka yang terdekat dari sekolah untuk diakomodir, selain faktor usia untuk tingkat SD,” jelasnya.

Penerimaan siswa dihitung berdasarkan jarak rumah calon peserta didik ke sekolah. Untuk tingkat SD anak berusia 7 tahun atau minimal 6 tahun di bulan Juli, melampirkan KTP, KK orangtua, dan akta lahir.

Untuk sekolah negeri akan merunut usia berdasarkan ketentuan yang ada. Mereka yang berusia tujuh tahun dipastikan bisa diterima di sekolah negeri terdekat dari domisili.

Usia akan dirunut dari yang maksimal hingga minimal.

”7 tahun itu prioritas, selebihnya mereka yang berusia mendekati tujuh tahun. Misalnya 6 tahun 11 bulan, 6 tahun 10 bulan dan seterusnya,” kata Hendri.

Sementara untuk tingkat SMP negeri, sistem zonasi dibuka sebanyak 50 persen, 30 persen prestasi, afirmasi 15 persen, dan perpindahan orangtua 5 persen. calon peserta didik mendaftar dengan melampirkan persyaratan.

Di antaranya, akta lahir, KK orangtua, ijazah. Bagi siswa yang mengambil jalur lain harus memenuhi syarat sesuai yang diminta panitia.

”Untuk luar zonasi, mereka nanti bisa daftar melampirkan prestasi yang mereka capai di sekolah sebelumnya. Jadi masih diperbolehkan mendaftar di luar zonasi,” terangnya.

Ia mengingatkan kepada orangtua untuk tidak memaksakan kehendak untuk diterima di sekolah tertentu. Panitia sudah memberikan pilihan dua sekolah sebagai alternatif.

Jika sudah diterima di salah satu sekolah kata dia, orangtua diminta dapat menerima keputusan tersebut. Karena, sekolah akan memprioritaskan mereka yang terdekat.

”Jangan ribut karena ingin di sekolah tertentu. Karena sekolah sudah merunut dan menyeleksi berdasarkan berkas yang diajukan. Kalau semua memaksa sekolah tertentu, pasti akan jadi masalah, sebab daya tampung terbatas,” ungkapnya.

Terkait daya tampung, kata Hendri, masih menunggu laporan dari sekolah. Untuk jenjang SMP itu sudah sampai SMPN 63 yang baru selesai dibangun tahun lalu.

Sedangkan untuk SD sangat banyak karena di masing-masing kecamatan ada lebih dari 10 SD negeri.

”Masih direkap berapa rombongan belajar yang bisa dibuka masing-masing sekolah,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia