Pro Kepri

Kepri Dapat 586 Kuota Reguler dan 118 Kuota Cadangan Haji 2022

batampos-Provinsi Kepri mendapat 586 kuota haji reguler dan 118 kuota cadangan untuk keberangkatan tahun 2022.

Berdasarkan keputusan Pemerintah Arab Saudi, calon jemaah haji (CJH) yang bisa berangkat hanya yang berusia di bawah 65 tahun.

Jamaah haji melaksanakan tawaf dengan menjaga jarak (29/7/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kepri, Edi Batara menjelaskan pada tahun 2022, Provinsi Kepri mendapat sebanyak 586 kuota reguler dan sebanyak 118 kuota cadangan.

Edi merincikan, untuk Kota Batam mendapat kuota reguler sebanyak 302 dan kuota cadangan 52, Kota Tanjungpinang mendapat kuota reguler sebanyak 99 dan kuota cadangan 19, Karimun mendapat 66 kuota reguler dan 24 kuota cadangan, Natuna 49 kuota reguler dan 16 kuota cadangan, kemudian Lingga 19 kuota reguler dan 2 kuota cadangan, Bintan 34 kuota reguler dan 5 cadangan, sedangkan Anambas 17 kuota reguler dan 0 kuota cadangan.

BACA JUGA: KaKanwil Kemenag Kepri: Adalah Fitnah Dana Haji Digunakan untuk Bangun IKN

“Semuanya kuota ditentukan oleh Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umrah Kemenag pusat,” kata Edi, Rabu (11/5).

Akibat aturan dari Arab Saudi yang membatasi usia CJH, dari Kepri terdapat 231 orang yang batal berangkat pada 2022 ini. dengan rincian usia 65-70 orang sebanyak 149 orang, usia 71-80 sebanyak 65 orang dan usia di atas 80 tahun sebanyak 17 orang.

“Kriteria yang bisa berangkat sesuai dengan ketetapan Pemerintah Arab Saudi yaitu yang berusia maksimal 65 tahun per tanggal 30 Juni 2022, jika usia lewat 1 hari tidak bisa berangkat,” papar Edi.

Sedangkan biaya haji, lanjut Edi untuk wilayah Kepri sekitar Rp 39 juta, ada kenaikan sekitar Rp 5 juta dari tahun 2019 yaitu Rp 34 juta. Namun bagi calon jemaah haji se-Indonesia yang sudah lunas di tahun 2020 berdasarkan embarkasi masing-masing, pada 2022 ini cukup menginformasikan kepada pihak bank tempat penyetoran awal, bahwa sudah melunasi tanpa menambah biaya selanjutnya pihak bank akan keluarkan bukti pelunasan yang baru.

“Biayanya ditanggung Badan Pemeriksa Keuangan Haji ( BPKH). Masa pelaporan ke pihak bank mulai 9-20 mei ini, sebagai bukti akan berangkat,” ujarnya lagi.

Persiapan keberangkatan, Edi menambahkan penetapan kelompok terbang (Kloter) secara nasional sudah ditetapkan dari pertama hingga terakhir. Kloter pertama masuk asrama haji atau embarkasi pada 3 Juni 2022 dan berangkat 4 Juni 2022.

“Untuk Embarkasi di Batam, penetapan keberangkatan masih menunggu jadwal, semoga segera keluar jadwalnya,” tambahnya. (*)

 

Reporter : Peri Irawan