Ekonomi & Bisnis

Kerja Sama Semua Pihak, Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan I Positif 

ILUSTRASI: Seorang karyawan sedang menjahit pakaian pesanan perusahaan mancanegara di satu perusahaan di Kawasan Industri Union, Batuampar, Batam, Rabu 6 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Gejolak perekonomian akibat pandemi Covid-19 serta konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina membuat global supply chain terkendala. Hal ini memicu kenaikan level inflasi di berbagai negara dan menahan laju pemulihan ekonomi global.

Namun demikian, kinerja dan prospek ekonomi Indonesia pasca libur Lebaran 2022 kembali mendapat kabar positif di tengah berbagai dinamika dan tantangan global yang masih mendera tersebut. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurutnya, tren perkembangan ekonomi nasional saat ini terus berada pada jalur yang tepat. Kata dia, itu ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang semakin bergeliat, serta dukungan oleh sektor eksternal yang semakin resilient.

Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada pada Triwulan I-2022 mampu tumbuh kuat sebesar 5,01 persen secara year on year (yoy), hal ini lebih baik dari beberapa negara lainnya seperti Tiongkok 4,8 persen, Singapura 3,4 persen, Korea Selatan 3,07 persen, Amerika Serikat 4,29 persen, dan Jerman 4,0 persen.

Perekonomian global sendiri pada tahun ini diperkirakan tumbuh sebesar 3,6 persen hingga 4,5 persen. Sementara itu, berbagai lembaga internasional seperti OECD, World Bank, ADB, dan IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran antara 5 hingga 5,4 persen.

BACA JUGA: Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diatas Rata-rata Global

Dengan demikian pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global.

“Kinerja ekonomi yang berhasil diperoleh ini tidak terlepas dari solidnya kerja sama antara pemerintah dan seluruh stakeholders dalam bersinergi melakukan pengendalian Covid-19 dan menjalankan Program Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar dia secara daring dikutip, Selasa (10/5).

Berbagai program PEN termasuk upaya front loading yang digulirkan oleh pemerintah berhasil mengakselerasi performa ekonomi di triwulan I, baik dari sisi lapangan usaha maupun sisi pengeluaran. Melalui pemberian insentif bagi dunia usaha, aktivitas produksi mampu terekspansi yang terlihat dari pertumbuhan positif pada mayoritas lapangan usaha.

“Hasilnya, kepercayaan masyarakat maupun investor semakin menguat dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional,” tegas dia. (*)

Reporter: JP Group