Metropolis

Polresta Barelang Ringkus Pengedar Sabu

Narkotika Sabu
AP (tengah) diapit personel Satres Narkoba Polresta Barelang. AP ditangkap polisi karena mengedarkan narkotika jenis sabu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang meringkus seorang pria pengedar sabu berinisial AP, 41, di Simpang Dam, Seibeduk, Jumat (29/4) lalu.

Tidak hanya mengedarkan sabu, AP juga menyediakan tempat untuk mengonsumsi sabu dan menyewakan alat hisap sabu atau bong.

Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto, mengatakan, penangkapan AP itu bermula ketika dirinya mendapatkan informasi langsung dari masyarakat bahwa ada peredaran narkotika jenis sabu di rumah liar Simpang Dam.

Dalam laporan yang diterimanya melalui WhatsApp itu, terdapat informasi lengkap bersama foto dan video.

”Langsung saya share (bagikan) dan kirim ke Kasat Narkoba pada saat itu juga. Karena informasi dari masyarakat kepada saya, bahwasanya di sana itu sudah lama ada transaksi narkotika jenis sabu ini. Ada yang jual di situ maupun dipakai di situ juga,” bebernya.

Usai mendapatkan perintah Kapolres, jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang menangkap dan menggeledah salah satu rumah di lokasi tersebut.

Dari hasil penggeledahan, diamankan sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu, pengedar dan beberapa orang yang tengah menggunakan narkoba.

”Barang bukti dari tersangka berupa 5 bungkus sabu dengan berat 2,22 gram. Kemudian, kami temukan 20 korek api, 22 alat hisap sabu atau bong serta uang tunai Rp 419 ribu,” katanya.

Usai ditangkap, lanjut Nugroho, AP langsung dibawa ke Satres Narkoba Polresta Barelang untuk menjalani pemeriksaan. Dimana, dari keterangan AP, alat hisap atau bong itu disewakan Rp 10 ribu.

Sedangkan satu paket sabu diedarkan satu gramnya Rp 1,5 juta. Sementara, harga satu paket yang berisikan 0,2 gram dijual dengan harga Rp 100 ribu.

”Ini sangat memprihatinkan. Di wilayah kita ada peredaran atau transaksi narkotika seperti ini. Alhamdulillah sudah berhasil kami amankan pelakunya,” katanya.

Sementara, asal barang haram itu, diakui AP didapatkan dari seseorang yang berinisial BR. Dimana, saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap BR dan telah ditetapkan dengan status DPO.

”Tersangka AP ini kami kenakan Pasal 114 ayat (1) junto Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat di sekitar rumah liar Simpang Dam untuk segera menghentikan peredaran narkoba. Polresta Barelang, katanya, akan menindak tegas apabila masih didapati penjualan narkoba.

”Apabila kami dapati seperti itu lagi, kami lakukan penindakan,” tegasnya.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah