Metropolis

Sekolah Negeri di Hinterland Kekurangan Siswa

Wakil Wali Kota Batam Amsakar e1609918148621
Ilustrasi. Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau sistem belajar tatap muka di salah satu sekolah di Kecamatan Belakang Padang beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

batampos – Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri telah mengeluarkan draft kuota daya tampung sementara untuk menyambut proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022-2024. Di Kota Batam total ada sekitar 10.600 siswa yang bisa ditampung di SMA dan SMK negeri yang ada.

Beberapa sekolah diantaranya memiliki kuota yang sangat terbatas karena berbagai faktor. SMAN 6 di Pulau Air Raja, Kecamatan Galang misalkan hanya mengajukan 17 siswa untuk kuota PPDB tahun ini. Itu karena sekolah tersebut selalu kekurangan siswa setiap tahunnya.

“Prediksi pihak sekolah paling banyak 15 siswa yang akan daftar jadi ajukan kuota hanya 17 orang saja. Itu di pulau (Air Raja),” ujar Kepala Disdik Kepri Cabang Batam Noor Muhammad.

Sementara itu, SMAN 22  memiliki kuota daya tampung yang terbatas yakni 26 siswa saja. Itu karena ini sekolah baru yang tentunya masih terbatas dengan lokal ataupun tenaga pengajar. Sementara untuk SMK yang paling sedikit kuota yang diajukan adalah SMKN 8 Batam yakni hanya sekitar 192 orang untuk tiga lokal. Ini juga karena keterbatasan lokal. Padahal sekolah ini setia tahunnya selalu membludak dengan calon siswa baru.

Untuk melengkapi fasilitas dan daya tampung siswa di SMA dan SMK, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kepri berencana membangun 108 ruang kelas baru (RKB) di sejumlah SMA dan SMK di Kota Batam tahun ini. Rencana ini menggunakan dana alokasi khusus (DAK) sebagai persiapan daya tampung siswa di PPDB yang akan datang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung mengakui, daya tampung sekolah di Kota Batam masih bermasalah. Setiap PPDB pasti bergejolak karena kuota daya tampung sekolah tidak seimbang dengan jumlah siswa yang akan masuk.

“Iya setiap tahun pasti bermasalah karena daya tampung yang terbatas. Tahun ini kita coba urai secara perlahan dengan penambahan 108 RKB di sekolah-sekolah yang ada melalui DAK,” ujar Andi Agung.

Selain anggaran DAK, ada juga penambahan RKB untuk dua sekolah baru melalui anggaran pendapatan daerah (APD). Dua sekolah tersebut adalah SMAN 27 dan SMAN 28 Batam yang memang baru tersedia dua lokal di masing-masing sekolah. Butuh anggaran yang lebih besar untuk penambahan lokal yang sesuai dengan kebutuhan di lingkungan sekitar.

“Kita uraikan secara bertahap semoga semakin baik kedepannya terkait polemik daya tampung setiap kali PPDB ini,” ujar Andi.

Selain menambahkan RKB-RKB tersebut diatas, Andi juga menyerukan kepada pengelolah sekolah swasta untuk melakukan persiapan serupa. Sekolah swasta harus memiliki mutu pendidikan yang baik sehingga diminati masyarakat.

“Kawan-kawan dari swasta juga harus persiapkan dengan baik. Bagaimanapun sekolah negeri tak mampu semua anak di Batam ini. Mutu pendidikan di sekolah harus ditingkatkan biar diminati. Banyak kok sekolah swasta yang siswanya membludak karena mutu pendidikannya bagus. Harus bisa bersaing,” harap Andi. (*)

Reporter : Eusebius Sara