Politika

Simulasi, Pengamat Nilai Ganjar-Erick Thohir Saling Melengkapi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Menteri BUMN Erick Thohir saat mengecek sentra vaksinasi di Kompleks PRPP Jawa Tengah di Semarang, Maret 2022. (Istimewa)

batampos – Indikator Politik Indonesia membuat simulasi dua pasangan calon presiden (capres) 2024, yaitu Ganjar Pranowo-Erick Thohir, Prabowo Subianto-Puan Maharani, dan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Analis politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Iman melihat seperti apa peta kekuatan dari kedua pasangan capres itu. Menurut Nurul Iman, dalam beberapa survei elektabilitas Ganjar Pranowo selalu menempati tiga besar sebagai calon presiden. Sementara untuk Erick Thohir, elektabilitasnya mulai meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

“Ganjar dan Erick merupakan pejabat publik. Mereka memiliki kans untuk mendapatkan elektabilitas,” ujar Arif kepada JawaPos.com (jaringan batampos.co.id), Rabu (11/5).

Arif mengingatkan bahwa kedua sosok itu harus memastikan mendapatkan dukungan partai, jika maju di Pilpres 2024. Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP belum tentu didukung oleh parpolnya. Apalagi Erick Thohir yang hingga kini belum tercatat sebagai kader parpol mana pun. Sementara syarat untuk mengusung satu pasangan capres, parpol harus memiliki modal suara 25 persen atau 20 persen kursi di parlemen.

“Masalahnya belum ada yang jelas mengusung duet ini. Ganjar-Erick Thohir belum memiliki kepastian tiket maju di Pilpres. Kalau elektabiltias Ganjar dan Erick tinggi,” jelasnya.

Meski begitu, Arif menilai kalau disimulasikan, Ganjar dan Erick Thohir merupakan pasangan yang saling melengkapi. Sebab simpatisan ataupun pendukung keduanya tidak sama.

“Ganjar dan Erick, simpatisan atau pendukungnya memiliki segmen berbeda. Kalau digabung maka mereka memiliki elektabilitas tinggi. Apalagi Erick saat ini masuk kandidat cawapres,” tutupnya.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia melakukan survei untuk bursa capres-cawapres pada Pilpres 2024. Lembaga survei itu membuat simulasi pasangan. Yakninya Anies-AHY 27,4 persen; Ganjar-Erick 32,2 persen; Prabowo-Puan 28,7 persen.

Kemudian Anies-AHY 27,1 persen; Ganjar-Airlangga Hartarto 29, 7 persen; dan Prabowo-Erick 31 persen.

Ada pula formula simulai Anies-AHY 29,2 persen; Ganjar-Puan 26,9 persen; Prabowo-Erick 31,8 persen. Anies-Erick 26,2 persen; Ganjar-Airlangga 31,2 persen; Prabowo-Puan 29,4 persen.

Indikator Politik Indonesia melakukan survei secara tatap muka pada 11 Februari – 21 Februari 2022. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilu.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 1.200 orang. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. (*)

Reporter: JP Group