Metropolis

303 Jemaah Calon Haji Batam Berhak Berangkat ke Tanah Suci

Kepala Kantor Kementerian Agama Batam Zulkarnain Umar f Yulitavia
Kepala Kantor Kementerian Agama Batam, Zulkarnain Umar. (F.YULITAVIA)

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam memastikan sebanyak 303 jemaah haji reguler asal Batam berhak berangkat haji ke tanah suci tahun 1443 Hijriah/2022 masehi.

Kepala Kantor Kemenag Kota Batam Zulkarnain Umar mengatakan, nama-nama jemaah calon haji Batam yang berhak berangkat tersebut telah memenuhi verifikasi dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama.

“Jemaah haji Batam ada sebanyak 303 orang,” ujar Zulkarnain, Kamis (12/5).

Proses verifikasi yang dilakukan Kemenag untuk memastikan seluruh jemaah yang berangkat telah memenuhi syarat terbaru dari pemerintah Arab Saudi. Salah satunya pemberlakukan aturan terbaru tentang batas usia para calon jemaah haji.

Pemerintah menetapkan akan memberangkatkan jemaah calon haji ke Tanah Suci Mekah pada tahun 2022, yakni mereka yang berusia maksimal 65 tahun 0 bulan per tanggal 30 Juni 2022 serta sudah menerima vaksinasi Covid-19 sesuai ketentuan yang diterapkan pemerintah Arab Saudi.

“Pembatasan usia jemaah haji murni keputusan pemerintah Arab Saudi sesuai dengan surat keputusan dari kedutaan besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta,” jelas Zulkarnain.

Ditambahnya, di Batam ada sebanyak 73 jemaah haji reguler yang berusia di atas 65 tahun. Ke semua calon jemaah haji tersebut dipastikan batal berangkat haji ke tanah suci di tahun ini.

“Ya, batal semua. Dan mereka bersabar menunggu keberangkatan haji di tahun depan,” tuturnya.

Disinggung apakah ada jemaah yang membatalkan berangkat dan meminta uang dikembalikan, Zulkarnain menjawab sejauh ini belum ada. Namun begitu mekanisme pembatalan haji dapat dilakukan di kantor Kemenag Batam dengan membawa persyaratan seperti surat permohonan pembatalan bermaterai Rp10 ribu dan disertai alasan pembatalan yang ditujukan kepada kepala kantor Kemenag Batam.

Selanjutnya bukti setoran awal BPIH yang dikeluarkan oleh BPS BPIH, asli aplikasi setoran awal BPIH ke rekening Menteri Agama, SPPH Asli, foto copy buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah bersangkutan dan memperlihatkan aslinya. Foto copy KTP dan KK serta memperlihatkan yang aslinya.

“Ini mekanisme pembatalan haji alasan pribadi dan semua ditangkap dua,” pungkas Zulkarnain. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra