Metropolis

73 Jemaah Calon Haji Kota Batam Batal Berangkat

ibadah haji 640x447 1
Ilustrasi. Ibadah haji di masa pandemi. Foto: Jawapos.com

batampos – Sebanyak 73 jemaah calon haji (JCH) Kota Batam dipastikan gagal berangkat haji tahun ini. Itu karena imbas dari aturan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi tentang pembatasan usia JCH lantaran saat ini masih pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan, setelah melalui proses verifikasi, terdapat 73 orang yang berusia di atas 65 tahun yang mestinya berangkat tahun ini.

Namun, karena ada pembatasan usia, mereka terpaksa mengurungkan niat ibadah haji karena ambang batas usia hanya 65 tahun ke bawah.

”Ini memang informasi yang cukup menyedihkan, karena mereka sudah gagal berangkat dua tahun belakangan, dan sekarang juga tak bisa karena usia mereka yang di atas ketentuan dari pemerintah Arab Saudi,” jelas Zulkarnain.

Semua JCH sudah mengetahui informasi pembatalankeberangkatan mereka. Sebab, sejak dikeluarkannya kebijakan pembatasan usia tersebut, pihaknya melalui Bidang Ibadah Haji dan Umrah sudah memberitahukan hal ini kepada JCH.

”Mereka sudah melunasi biaya haji sejak tahun lalu. Namun, apa boleh buat, ini kebijakan dari sana (Arab Saudi), kami hanya meneruskan saja,” ujarnya.

Zulkarnain mengatakan, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan JCH yang gagal berangkat tahun ini.

Meskipun para JCH sudah tahu mereka batal berangkat, ia ingin memberikan penjelasan lebih detail, dan menyampaikan permohonan maaf karena harus menerapkan kebijakan ini.

”Ini murni dari pemerintah Arab. Saya berharap bisa menenangkan hati mereka yang tengah bersedih akibat aturan ini,” imbuhnya.

Lanjutnya, untuk JCH yang ingin memproses pengembalian dana akan dibantu. Bagi yang ingin mengundurkan diri, dan memilih untuk menarik uang yang sudah disetorkan akan dibantu petugas nantinya.

”Sebenarnya tergantung dari JCH, jika mereka berpikir tahun depan ada perubahan aturan dan memilih tetap terdaftar, tidak ada masalah. Namun, jika ada yang ingin mundur ada prosedurnya. Kami akan bantu,” sebutnya.

Tahun ini, total JCH yang wajib melunasi pembayaran dan dipastikan berangkat berjumlah 292 orang. Pihaknya juga menyiapkan 59 JCH cadangan, jika ada pergantian bisa langsung menggantikan JCH yang berhalangan berangkat.

”Jadi total yang disiapkan itu 303 orang. Kalau ada yang batal berangkat dari daftar, otomatis yang cadangan naik sebagai pengganti,” sebutnya.

Ia menjelaskan, ongkos biaya naik haji tahun ini mengalami kenaikan kurang lebih Rp 2 juta dari tahun lalu.

JCH harus melakukan pelunasan pembayaran sebesar Rp 39.686.009, sedangkan tahun lalu biaya haji kurang lebih Rp 37 juta.

”Pelunasan biaya haji tengah berlangsung. Jadi, JCH yang sudah dipastikan berangkat sudah mulai melunasi sisa biaya haji mereka. Kami berharap perjalanan ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Pergi dan pulang dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” harap Zulkarnain.

Ia menambahkan, jadwal keberangkatan haji direncanakan mulai 3 Juni mendatang untuk kloter pertama. Ia berharap, semua proses berjalan dengan lancar.

”Awal Juni sudah masuk Asrama Haji kalau jadwal Batam masuk kloter pertama. Namun jika tidak, kami akan menyesuaikan dengan jadwal yang dari pusat nantinya. Seperti biasa, JCH akan ditempatkan di Asrama Haji milik BP Batam yang ada di Batam Center. Saat ini mungkin sudah mulai persiapan, karena sempat dipakai untuk pasien Covid-19 juga beberapa waktu lalu,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia